Lemahkan Kelompok ISIS, Kapolri Menggandeng Panglima TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan bersama Panglima TNI menyusun langkah-langkah taktis dalam upaya melemahkan kelompok ISIS yang masuk Indonesia. "Kemarin sudah evaluasi dengan Panglima TNI, ada hal-hal yang kami tajamkan untuk melemahkan kelompok ISIS di Indonesia," kata Badrodin di kantor Menkopolhukam, Kamis, 19 November 2015.

    Badrodin mengatakan siapa pun orang yang diduga tergabung ISIS dan masuk Indonesia akan diperiksa. Jika ada pelannggaran hukum, kata dia, akan diproses. Saat ini ada 36 orang yang diduga terlibat ISIS dari Indonesia. "Mereka masih diamankan di Malaysia, ada yang dari Semarang," ujar Badrodin.  

    Untuk warga negara Indonesia yang saat ini ditahan di Turki, kata dia selama mereka tidak melakukan aksi bersenjata akan diperiksa. Badrodin mengharapkan jika terbukti ada keterlibatan bergabung dengan ISIS, mereka sebaiknya diproses hukum di Indonesia.  

    Badrodin juga tidak ingin menyimpulkan dini soal dugaan anggota ISIS dari tragedi Paris kemarin yang masuk Indonesia."Mereka bisa masuk melalui Bandung, Batam, saya tidak buru-buru menyimpulkan akan dicek betul intelijen Indonesia dan Paris dengan koordinasi langsung."

    Badrodin mengaku kesulitan untuk mendeteksi siapa saja warga negara Indonesia yang masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Selalu ada yang ingin berangkat ke Suriah, namun Badrodin tidak bisa memastikan motif keberangkatan tersebut. "Ada saja yang mau berangkat, ada orang yang ingin pergi jalan-jalan. Jalur keluar itu banyak, saat ini sudah sekitar 350 orang Indonesia di Suriah, kami tidak bisa deteksi semuanya," kata Badrodin.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.