Dapat Bansos Rp3 Miliar, Muncul Petisi Tolak APBD Untuk HMI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Protes penggunaan dana bantuan sosial sebesar Rp 3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau untuk Kongres Himpunan Mahasiswa Islam semakin meluas. Hari ini muncul petisi di laman change.org yang berjudul “Tolak Penggunaan APBD Riau untuk Kongres HMI”.

    Dalam petisi yang dimuat oleh Koalisi Rakyat Riau tersebut, disebutkan jika Kongres HMI tidak akan berimbas untuk perekonomian masyarakat Riau. Namun pemerintah Provinsi Riau dan DPRD dianggap memaksaan kehendak kelompok mahasiswa tersebut.

    Di laman itu juga ditulis jika saat ini masyarakat Riau masih menjerit akibat pelayanan umumyang kurang, baik infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. HMI, dianggap tidak pantas mendapat kucuran dana tersebut.

    Ada dua tuntutan dalam petisi itu. Pertama, Pemerintah Provinsi Riau didesak agar tak mencairkan anggaran kongres HMI di Pekanbaru, dan kedua meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membatalkan anggaran Kongres HMI di Pekanbaru.

    Ketua Panitia Nasional Kongres HMI, Fat Haryanto Lisda, mengatakan setiap organisasi berhak menerima bantuan dari pemerintah selama penggunaan keuangan dilakukan secara terbuka. "Siapa pun berhak menerima bantuan pemerintah, namun dalam pengelolaannya harus transparan dan taat hukum," katanya.

    Fat mengklaim jika kongres HMI akan menggenjot perekonomian masyarakat karena ada 5000 peserta dari berbagai daerah yang hadir di Pekanbaru. Dalam acara itu, selama sepakan diperlukan penginapan, transportasi dan konsumsi. "Apa yang dikeluarkan Riau akan kembali ke Riau. Perputaran uang itu berada di Riau bukan di Jakarta," ujarnya.

    Menurut dia, dalam pendanaan acara kongres tersebut, bantuan dana yang diperoleh HMI bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari Pengurus Besar HMI, alumni, dan kerjasama dengan perusahaan. "Soal penggalangan dana kami budgeter," katanya.

    RIYAN NOFITRA | ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?