Musim Hujan, Kabupaten Rokan Hulu Darurat Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas menggunakan perahu karet, menyisir salah satu desa yang terendam banjir akibat luapan Sungai Kampar di Desa Gunung Sahilan, Kampar, Riau, 15 November 2014. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir di wilayah Riau semakin meluas dan sedikitnya delapan desa dari tiga Kabupaten terendam banjir. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas Basarnas menggunakan perahu karet, menyisir salah satu desa yang terendam banjir akibat luapan Sungai Kampar di Desa Gunung Sahilan, Kampar, Riau, 15 November 2014. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir di wilayah Riau semakin meluas dan sedikitnya delapan desa dari tiga Kabupaten terendam banjir. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Musim hujan dalam intensitas ringan hingga sedang terus mengguyur Riau membuat aliran Sungai Rokan meluap. Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau terendam banjir. Pemerintah Rokan Hulu menetapkan status darurat banjir mengingat wilayah tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Rokan.

    "Kami sudah tetapkan status darurat saat banjir pertama pada Senin kemarin," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah Kabupaten Rokan Hulu, Aceng Herdiana, Kamis, 19 November 2015.

    Aceng menyebutkan, adapun lima daerah yang terendam banjir sejak empat hari lalu yakni Desa Rambah Tengah Hulu sebanyak 102 rumah terendam, kemudian Dusun Pawal sekitar 80 rumah dengan jumlah penduduk 450 jiwa, Dusun Tanjung Harapan 134 rumah terendam dengan jumlah penduduk 450 jiwa, Desa Koto Tinggi sebanyak 75 kepala keluarga kemudian Desa babusallam yang merendam 745 rumah. "Namun lima desa ini sudah berangsur surut," katanya.

    Menurut Aceng, banjir juga meluas hingga ke Kecamatan Kunto Darusallam dan Bonai Darusallam. Namun belum diketahui berapa jumlah penduduk dan rumah yang terenda. "Kami sudah turunkan petugas untuk evakuasi warga," ujarnya.

    Aceng mengakui, beberapa daerah di Rokan Hulu memang kerap kali menjadi langganan banjir lantaran daerah tersebut berada di sepanjang aliran Sugai Rokan. Jika musim hujan datang intensitas air sugai meluap hingga pemukiman warga. "Tahun lalu banjir melanda hingga 12 hari lamanya," katanya.

    Aceng mengaku, petugas BPDB Rokan Hulu beserta petugas Dinas Sosial telah melakukan evakuasi sejumlah warga ke posko pengungsian. Sejauh ini kata dia, kebutuhan logistik dan dapur umum masih aman dan dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah. "Untuk bantuan selanjutnya kami tengah bahas bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional," ucapnya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru menyebutkan secara umum kondisi cuaca wilayah Riau cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan disertai petir dan angin kencang terjadi di seluruh wilayah Riau.

    "Hujan terjadi pada pagi hari di wilayah Riau bagian utara, timur dan selatan. Sedangkan hujan malam hari terjadi di seluruh wilayah Riau," kata Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin Widayat.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.