Soal Teror Paris, Muhammadiyah: Islam Tak Ajarkan Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir, usai pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, 6 Agustus 2015. Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti terpilih sebagai Ketua umum dan Sekretaris PP Muhammadiyah priode 2015-2020. TEMPO/Hariandi Hafid

    Ketua Umum Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir, usai pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, 6 Agustus 2015. Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti terpilih sebagai Ketua umum dan Sekretaris PP Muhammadiyah priode 2015-2020. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya mengecam keras segala tindakan teror yang dilakukan pihak mana pun, termasuk teror oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Paris, beberapa waktu lalu. "Islam tidak mengajarkan itu," kata Haedar saat ditemui di Masjid Al Bay'ah, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu, 18 November 2015.

    Ia juga mewanti-wanti agar tragedi bom yang terjadi di Paris tidak membuat adanya stigma bahwa Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan. "Jangan sampai ada (stigma) anti-Islam."

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga ikut berbicara. Ia mengatakan sejumlah tindakan terorisme terjadi karena adanya ketidakadilan global.

    Din mencontohkan, apa yang dilakukan negara-negara Barat di Suriah, menurutnya, memancing reaksi dari kelompok-kelompok tertentu. "Selama masih ada invasi, intervensi, dan dominasi negara-negara Barat di wilayah Timur Tengah, kejadian seperti ini akan berulang."

    Meskipun begitu, Din tidak membenarkan tindakan-tindakan teror yang dilakukan terhadap negara-negara Barat tersebut. Ia mengatakan tindak kekerasan yang mengambil nyawa orang lain itu harus dihadapi secara bersama-sama. "Harus betul-betul."

    Menurut Din, Indonesia relatif berhasil mengantisipasi pengaruh ISIS di masyarakat. Karena diketahui hanya sekitar 300 orang warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS. "Inggris itu yang bukan mayoritas muslim, ada sekitar 5.000 yang gabung ISIS."

    Serangan teror di sejumlah lokasi di Paris pada Jumat lalu, menewaskan lebih dari seratus orang. ISIS diduga ada di balik penyerangan tersebut.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.