Bea Cukai: Sumatera Titik Rawan Penyelundupa Beras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja tidur di atas tumpukan karung beras saat dilakukan bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Seorang pekerja tidur di atas tumpukan karung beras saat dilakukan bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Direktorat Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Prijo Andono mengatakan sampai September 2015 ini data penindakan penyelundupan beras mencapai 47 kasus. Dari data tersebut, ada 13 wilayah yang menjadi titik rawan penyelundupan. “Kebanyakan tersebar di Pulau Sumatera,” katanya  saat menghadiri acara Sosialisasi Perlindungan Konsumen dan Penyelundupan Komoditi Beras, di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

    Prijo  menuturkan kasus penyelundupan beras  selalu meningkat setiap tahunnya, terutama selama tiga tahun terakhir. Ia merinci kenaikan angka kasus pada 2013 berjumlah 37 kasus, dan 2014 berjumlah 38 kasus, dan sementara untuk tahun ini hingga September 2015 sudah ada 47 kasus. “Peningkatannya dari tahun ke tahun cukup tinggi,” katanya

    Prijo  berujar, peningkatan jumlah penyelundupan ini diakibatkana banyaknya pelabuhan tradisional di Pulau Sumatera serta minimnya pengawasan di daerah perbatasan pelabuhan tersebut. “Harus diakui kami masih minim personel untuk menjaga pelabuhan yang ada.”

    Ia menjelaskan wilayah-wilayah yang rawan penyelundupan tersbut di antaranya Jambi, Tanjung Pinang, Tembilahan, Tanjung Priok, Batam, Kepulauan Riau, Batam, Tanjung Balai Karimun, Sumatera Barat, Aceh, Entikong, Bandung, dan Dumai.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.