Antisipasi Banjir, Tebing Kali Ciliwung di Bogor Diperbaiki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pembangunan dinding turap di lokasi pembangunan normalisasi Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta, 10 November 2015. Normalisasi Sungai Ciliwung ditargetkan rampung akhir tahun ini untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Pekerja melakukan pembangunan dinding turap di lokasi pembangunan normalisasi Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta, 10 November 2015. Normalisasi Sungai Ciliwung ditargetkan rampung akhir tahun ini untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tebing sisi kanan dan kiri Kali Ciliwung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, yang longsor sedang diperbaiki dan diperkuat untuk pengendalian banjir.

    "Saat ini sedang dilakukan pekerjaan penguatan tebing sisi kiri dan kanan sepanjang 252 meter serta pengamanan pagar sisi sepanjang 80 meter sebagai langkah pengendalian banjir," kata Pengawas Lapangan Proyek Normalisasi Kali Ciliwung Sekitar Kebun Raya Bogor, Pungki Yuliansyah, saat ditemui di Bogor, Rabu, 18 November 2015.

    Ia mengatakan perbaikan dan penguatan tebing mulai dilakukan pada Juli 2015 dan direncanakan selesai pada Desember 2015. Kegiatan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp20 miliar dari APBN 2015.

    Hingga kini, tutur Pungki, pengerjaan penguatan tebing Kali Ciliwung setinggi tujuh meter itu telah mencapai 95 persen.

    Selain penguatan tebing kali, ujar dia, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane juga memasang blok beton pemecah arus atau hexapods untuk mengatasi degradasi dasar sungai.

    "Hexapods yang sudah dipasang sebanyak 1.100 buah untuk mengatasi pengikisan aliran sungai," tutur dia.

    Ia menuturkan pihaknya kini juga sedang melakukan pembongkaran dua jembatan rusak di Kali Ciliwung yang berlokasi di Kebun Raya Bogor. Kedua jembatan tersebut berfungsi menghubungkan jalan-jalan di dalam Kebun Raya Bogor.

    Jembatan pertama yang dibongkar dan diganti sepanjang 30 meter dengan lebar 10 meter, sedangkan jembatan kedua memiliki panjang 20 meter dan lebar 10 meter.

    Pungki mengatakan hingga kini pembangunan jembatan kecil sudah hampir selesai, sementara pembangunan jembatan besar sudah berjalan 35 persen.

    Untuk mengatasi masalah banjir di akhir tahun 2015 hingga awal 2016, pemerintah pusat dan daerah melakukan beberapa upaya, diantaranya normalisasi sungai, revitalisasi situ serta penyempurnaan sistem informasi peringatan dini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.