Ke Poso, Kapolri Badrodin Haiti Mengevaluasi Pengejaran Santoso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan keberangkatannya ke Poso selama dua hari ini untuk mengevaluasi Operasi Camar Maleo IV, yang bertugas mengejar jaringan teroris Santoso cs. “Kami mengevaluasi pelaksanaan operasi yang ada di sana. Bagaimana unsur-unsur yang ada di sana,” katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 November 2015.

    Badrodin menuturkan evaluasi ini melibatkan beberapa pihak, di antaranya Polri, TNI, dan Badan Intelijen Negara. Operasi ini direncanakan akan berakhir pada 9 Januari 2016. “Nah, semua kami evaluasi. Kalau ada yang kurang-kurang, tidak tepat, akan kami betulkan. Supaya nanti ke depannya bisa lebih efektif, begitu,” ujarnya.

    Ihwal cakupan operasi untuk menangkap jaringan teroris Santoso, Badrodin menyebutkan, operasi terus dilakukan di sekitar wilayah pegunungan dan hutan. Namun ia enggan menyebutkan titik-titik yang dijaga personel Operasi Camar Maleo IV dengan alasan menjaga kerahasiaan operasi. “Ini kan tidak bisa kami sampaikan ke media, tapi upaya ini terus kami lakukan,” ucapnya.

    Badrodin bertandang ke Poso, Sulawesi Tengah, untuk ikut mengevaluasi Operasi Camar Maleo selama dua hari, terhitung sejak Selasa, 17 November, hingga hari ini.

    Operasi Camar Maleo IV sendiri merupakan operasi yang dibentuk Polri, TNI, dan BIN sebagai operasi pengejaran kelompok teroris Santoso cs sejak awal September lalu. Lebih dari seribu personil telah dikerahkan, yang terdiri atas Polri dan TNI. Dalam evaluasi kali ini, Badrodin menyatakan tidak ada penambahan personel.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.