Soal Lobi Jepang, Alasan Fadli Zon Bela Setya Novanto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon, Setya Novanto, dan Donald Trump mengenakan topi khasnya.  TEMPO/Dhemas Reviyanto-AP/Brynn Anderson

    Fadli Zon, Setya Novanto, dan Donald Trump mengenakan topi khasnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto-AP/Brynn Anderson

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menepis kabar yang mengatakan koleganya sesama pimpinan DPR Setya Novanto melakukan lobi dengan pemerintah Jepang dalam rangka pemberian pesawat ke negara itu.

    "Nggak ada lobi pesawat, ngawur itu," kata Fadli Zon di kompleks Parlemen Senayan pada Rabu 18 November 2015.

    Menurut Fadli Zon, ia sendiri sudah membaca The Japan Times edisi 12 November 2015 yang menulis tentang Setya Novanto. Dalam Surat kabar itu diberitakan bahwa Setya mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kalau Indonesia mempertimbangkan pembelian US-2 sebagai sinyal kerja sama pertahanan kedua negara.

    Ditulis juga dalam artikel itu, wacana pembelian pesawat buatan pabrikan ShinMaywa merupakan  jawaban Indonesia atas kebijakan Cina di Laut Cina Selatan.

    Japan Times, mengutip penjelasan Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, Setya Novanto menjanjikan pembelian pesawat US-2 sebagai tanda kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang.

    ShinMaywa US-2 merupakan pesawat amfibi yang biasa digunakan untuk keperluan SAR. Angkatan Bersenjata Jepang saat ini merupakan satu-satu pengguna pesawat amfibi tersebut. Belakangan, Angkatan Laut India dikabarkan berminat membeli 15 hingga 18 ShinMaywa US-2 dengan anggaran US$1,65 miliar.

    Meski di dalam pemberitaan The Japan News terang-terangan menyebutkan ada sikap cawe-cawe Setya Novanto dalam pemberian pesawat ShinMaywa US-2, namun kata Fadli itu hanya bentuk dukungan DPR kepada Indonesia.

    "Ya kalau ada lobi yang baik, kalau pemerintah mau melakukan ya lakukan saja. Pemerintah mau membeli amfibi dari Rusia, dari Jepang, itu sah sah aja," kata Fadli Zon.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.