Mata Velove Vexia Merah, OC Kaligis Sudah Siapkan Pleidoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis sinetron Velove Vexia (kiri) berbincang dengan ayahnya OC Kaligis di dalam ruang tunggu Pengadilan Tipikor, Jakarta, 11 November 2015. Kehadiran Velove untuk melihat jalannya persidangan ayahnya dengan agenda pemeriksaan terdakwa OC Kaligis. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Artis sinetron Velove Vexia (kiri) berbincang dengan ayahnya OC Kaligis di dalam ruang tunggu Pengadilan Tipikor, Jakarta, 11 November 2015. Kehadiran Velove untuk melihat jalannya persidangan ayahnya dengan agenda pemeriksaan terdakwa OC Kaligis. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Otto Cornelis Kaligis, mengaku sudah menyiapkan pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum terhadap perkaranya. Pembelaan itu sudah ia susun dalam buku tipis bersampul yang diberi judul “Saya Bukan Pencuri Uang Negara”.

    "Saya sudah buat pembelaan, saya konsultasi dulu ke penasihat hukum," katanya setelah mendengarkan tuntutan jaksa penuntut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

    Baca juga:

    Ely Sugigi dan Artis Cari Sensasi: Perilaku Menyimpangkah?

    Luhut Terseret Calo Freeport

    Dalam persidangan tuntutan tersebut, Kaligis ditemani kerabatnya. Anak Kaligis, Velove Vexia, setia menemani ayahnya dalam persidangan sejak tiga minggu lalu. Bahkan Velove sempat tersedu-sedu dan matanya memerah saat mendengar tuntutan jaksa terhadap ayahnya.

    Menurut Kaligis, tuntutan jaksa tidak memperhatikan fakta persidangan. Jaksa, kata dia, hanya mengutip dari berita acara pemeriksaan. "Saya bukan pencuri uang negara. Saya bukan teroris. KPK seenaknya saja karena superbody. Saya sudah tidak punya hak," ujarnya. Persidangan Kaligis akan dilanjutkan pada 25 November 2015 dengan agenda mendengarkan pembelaan Kaligis dan kuasa hukumnya.

    Jaksa penuntut menuntut pengacara kondang itu dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 4 bulan. Kaligis dianggap terbukti menyuap hakim dan panitera PTUN Medan sebesar Sin$ 5.000 dan US$ 15 ribu. Kasus itu juga melibatkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya, Evy Susanti.

    REZKI ALVIONITASARI

    Baca juga:
    Wah, Luhut Terseret Calo Freeport

    Terkuak, Wisata Bercinta Sebulan dengan Tarif Rp 25 Juta

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.