Ternyata Teroris Paris Pernah Kunjungi Pesantren di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frederick Jean Salvi. blazingcatfur.ca

    Frederick Jean Salvi. blazingcatfur.ca

    TEMPO.CO, Bandung - Frederick C. Jean Salvi alias Ali, 41 tahun, tersangka serangan bom di Paris, diketahui pernah mengunjungi Bandung. Ia tercatat pernah berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Jawami, yang terletak di Jalan Al-Jawami RT 03 RW 21 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

    Kiai Haji Imang Abdul Hamid, pemimpin Pesantren Al-Jawami, membenarkan ihwal kunjungan itu. Imang mengatakan, pada 2005, Frederick mendatangi pesantrennya sebanyak empat kali.

    "Dia berkunjung bersama istri dan dua putrinya. Rutin tiga minggu sekali," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 November 2015.

    Menurut keterangan Abdul Hamid, Frederick berperawakan tinggi dan kurus. Saat berkunjung ke pesantren tersebut, pria kelahiran Pontarlier itu menggunakan baju koko.

    "Istrinya yang berkebangsaan Maroko menggunakan jilbab panjang," ucapnya.

    Dalam kunjungannya, Abdul Hamid kesulitan berkomunikasi dengan Frederick. Saat bertemu, Abdul Hamid dan Frederick hanya menggunakan isyarat tangan.

    "Dia tidak bisa berbahasa Indonesia. Hanya bisa bahasa Prancis. Sedangkan saya hanya bisa bahasa Arab dan Inggris," katanya.

    Intensitas kunjungan Frederick juga sangat singkat. Menurut Abdul Hamid, pertemuan itu hanya berlangsung 15 menit. "Paling lama setengah jam, obrolan santai," tuturnya.

    Saat pertama kali datang ke Pesantren Al-Jawami, Frederick diantar oleh seorang pemuda misterius. Abdul Hamid mengatakan pemuda itu memperkenalkan Frederick sebagai seorang muslim asal Prancis yang tertarik berkeliling dan mengunjungi pesantren-pesantren di Indonesia.

    Sampai saat ini, Abdul Hamid tidak mengetahui nama pemuda misterius yang mengantar Frederick ke Pesantren Al-Jawami itu. "Pemuda itu berpenampilan seperti mahasiswa. Pakai kemeja dan celana jins. Tapi tidak memperkenalkan nama dan asalnya. Karena itu, saya kurang interest," ujarnya.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.