Selasa, 17 September 2019

Bicara Freeport dan Pesawat, Novanto Dinilai Tak Paham Tugasnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli hukum dari Universitas Andalas, Saldi Isra, menilai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto tak bisa membedakan peran eksekutif dan legislatif. Sebab, Setya tetap saja melobi PT Freeport Indonesia, yang berujung pada dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, untuk meminta saham perusahaan tambang itu. Setya juga bicara soal lobi pembelian pesawat amfibi dengan pemerintah Jepang.

    "Ini yang jadi masalah, tidak bisa bedakan tugas pokok legislatif. Nego itu wilayah eksekutif, kecuali dia melakukan pengawasan," kata Saldi di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 November 2015.

    Saldi pun mendorong Mahkamah Kehormatan Dewan menyelesaikan pencatutan oleh Novanto itu. "Apakah DPR melihat ini etik apa tidak, apalagi ini orang nomor satu di DPR," ucap Saldi.

    Saldi menuturkan kasus Novanto ini merupakan ujian bagi MKD. Dia menilai kasus yang sekarang berbeda dengan kasus saat Novanto hadir dalam kampanye salah satu calon Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump.

    "Ini kan sudah terbuka, jelas, dan ada buktinya," ujarnya. Karena itu, kata Saldi, kalau Novanto terbukti mencatut nama Presiden, bisa saja sanksinya berupa pencopotan sebagai anggota Dewan.

    Kontrak karya PT Freeport Indonesia akan berakhir pada 2021. Aturannya, kontrak itu akan dibahas dua tahun sebelum jatuh tempo, yakni pada 2019. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, dalam lobinya, pencatut meminta saham 20 persen. Saham itu akan dibagikan kepada Jokowi sebesar 11 persen dan Kalla 9 persen. Kalla pun mendorong supaya pencatut namanya dan Jokowi diproses hukum.

    LINDA TRIANITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.