Jadi Ketua Ranting, Din Syamsuddin Ingin Bangun Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Din Syamsuddin saat hadir di Universitas Muhammadiyah Malang. Sumber foto : umm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Din Syamsuddin saat hadir di Universitas Muhammadiyah Malang. Sumber foto : umm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu Din Syamsuddin berencana membangun sekolah Muhammadiyah bertaraf internasional di Pondok Labu. Alasannya, ia melihat di Pondok Labu banyak sekali sekolah Islam bertaraf internasional. Ini akan menjadi prioritas pekerjaannya sebagai Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu.

    Tapi Din meminta waktu untuk mewujudkan hal itu karena tidak mudah. "Beli tanah saja di daerah sini pasti mahal sekali," kata Din saat ditemui di Masjid Al Bay'ah, Pondok Labu, seusai pelantikan pengurus ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Rabu, 18 November 2015.

    Menurut Din, pendirian sekolah tersebut bisa menjadi sarana berdakwah. Din menuturkan, selain mendirikan sekolah Muhammadiyah bertaraf internasional, sebagai Ketua Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, ia berencana mendirikan sarana kesehatan seperti klinik atau rumah sakit. "Nantilah kami berkoordinasi dengan penasihat," ucapnya.

    Selain Din sebagai Ketua Ranting, Jimly Ashidiqqie dilantik sebagai Ketua Penasihat Ranting Muhammadiyah Pondok Lagu dalam pelantikan tersebut. Jajaran penasihat ranting baru ini juga diisi beberapa tokoh lain, seperti Henry Yosodiningrat, Anies Baswedan, Adi Sasono, Ryaas Rasyid, Jurnalis Uddin, Rully Chaerul Azwar, dan Asmauddin.

    Mereka dilantik Ketua Pengurus Muhammadiyah Jakarta Selatan untuk masa jabatan 2015-2020. Acara pelantikan ini dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Nurjanah, Jimly Ashidiqqie, Ryaas Rasyid, dan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?