Batam Diguyur Hujan, Tebing 10 Meter Longsor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR dan warga berusaha mengevakuasi salah seorang korban runtuhnya tembok pembatas salah satu perumahan di Kelurahan Sindrijala Makassar, Sulsel, (4/12). ANTARA/Yusran Uccang

    Tim SAR dan warga berusaha mengevakuasi salah seorang korban runtuhnya tembok pembatas salah satu perumahan di Kelurahan Sindrijala Makassar, Sulsel, (4/12). ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang mengguyur Batam pada Selasa, 17 November 2015, dinihari mengakibatkan tebing setinggi 10 meter di kawasan samping Puri Industrial Park 200 Batam Center longsor. "Ini tadi malam longsornya. Sepertinya tembok tebing yang dibangun perumahan mewah di samping kawasan industri ini tidak sesuai dengan ketentuan. Jadi, kena hujan sedikit, langsung longsor," kata salah seorang karyawan kawasan setempat, Eka Putra, di Batam.

    Berdasarkan pengamatan, lokasi yang longsor berada pada ujung kawasan industri yang tengah berkembang pesat itu. Di bawah tebing tersebut tengah dibangun perumahan elite. Sedangkan tebing dibangun hampir tegak lurus, tidak dibangun miring, sehingga kondisinya kurang kuat menahan air.

    Selain sudah mengalami longsor sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 10 meter, pada sejumlah bagian lain atas tebing tersebut mulai retak. "Hujannya tidak seberapa, namun sudah longsor. Model tebingnya tidak dibikin miring. Untung longsornya malam, kalau siang bisa-bisa ada korban jiwa dari pekerja bangunan di bawah," katanya.

    Seorang pemilik bangunan tepat di samping atas tebing tersebut mengatakan khawatir bangunannya akan roboh karena hanya berjarak beberapa meter. "Hal ini sepertinya tidak ada pengawasan juga. Seharusnya proyek itu tidak boleh membahayakan yang lain," katanya.

    Sebelumnya, ujar dia, tinggi tebing di samping kawasan tersebut hanya 5 meter dan tidak seberapa curam. Namun, saat akan ada pembangunan perumahan tersebut, tanah diratakan sehingga tinggi tebing menjadi sekitar 10 meter.

    "Kami harap segera ada solusi agar tidak lagi mengancam bangunan-bangunan lain. Kalau dibiarkan, ini menunggu waktu saja sebelum longsor lagi," kata seorang warga, Riza. Dia mengatakan, sejak awal pembangunan, sudah diperkirakan akan terjadi longsor mengingat tebing tidak dibangun miring.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.