Selasa, 17 September 2019

Satu Orang Meninggal, Diklat Kemenhub Jalan Terus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan tetap melanjutkan pendidikan dan latihan untuk pegawainya di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, sekalipun satu pesertanya meninggal dalam program itu, Selasa, 17 November 2015. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, ketika dihubungi, Selasa malam. 

    Menurut Barata, kegiatan tersebut ditujukan untuk melatih kedisiplinan setiap pegawai. Salah satu pelatihan kedisiplinan yang diberikan adalah baris-berbaris. "Bukan digojlok," katanya sambil menambahkan, "Peserta yang merasa tidak kuat menjalani pelatihan diizinkan beristirahat."

    Diklat yang dibuat Kementerian, kata dia, sudah secara rutin dilaksanakan. Kegiatan didasarkan kepada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 16 Tahun 2015 tentang Pendidikan dan Pelatihan Kesamaptaan Bagi Aparatur Kementerian Perhubungan RI sejak 21 Oktober 2015.

    Pegawai eselon II hingga V di bawah umur 50 tahun diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut. Sesuai peraturan, pegawai yang tidak mengikuti program akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

    Satu peserta program itu, seorang pegawai eselon IV, Dyah Umiyarti Purnamaningrum, meninggal pada Selasa, 17 November 2015, atau hari kedua untuk rencana kegiatan yang rencananya akan diikuti selama sepekan itu. Dyah, menurut Barata, sempat mengikuti kegiatan baris berbaris bersama 80 peserta lainnya tanpa mengeluhkan apa pun.

    Tidak lama kemudian, Dyah memilih beristirahat karena merasa pusing lalu dirawat di Unit Kesehatan. Tak lama Dyah dibawa ke salah satu rumah sakit di Pasuruan. "Pukul 10.15 Dyah dikabarkan meninggal," katanya.

    Kepala Kepolisian Sektor Grati Ajun Komisaris Teguh Taviarno mengatakan Dyah, 41 tahun, meninggal di Puskesmas Grati sekitar pukul 09.00. "Laporan masuk ke kami, Ibu Dyah meninggal setelah sempat menjalani perawatan sekitar sejam," kata Teguh saat dihubungi Tempo, Selasa malam, 17 November 2015.

    Setelah nyawanya tidak terselamatkan, jenazah Dyah dibawa ke RSUD Soedarsono, Kota Pasuruan, untuk divisum.

    Teguh mengatakan Dyah dibawa ke Puskesmas Grati setelah mengalami sakit di bagian dada. Saat ditanya kronologi kejadian, Teguh tidak bisa menjelaskan secara detail. Dia pun tidak tahu persis penyebabnya.

    VINDRY FLORENTIN | NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.