Kata Menteri Jonan Soal PNS yang Tewas Saat Diklat Kemenhub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Ignasius Jonan (tengah) memberikan keterangan kepada awak media setelah melakukan pemeriksaan di Bandara Internasional Adisucipto, di Yogyakarta, 21 Juli 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menhub Ignasius Jonan (tengah) memberikan keterangan kepada awak media setelah melakukan pemeriksaan di Bandara Internasional Adisucipto, di Yogyakarta, 21 Juli 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignatius Jonan menyatakan akan mengevaluasi sistem pelatihan kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Perhubungan setelah mendapat visum meninggalnya seorang pejabat Kementerian Perhubungan pada kegiatan pelatihan yang berlangsung di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.

    "Kami tunggu hasil visum, baru evaluasi (kegiatan pelatihan)," kata Jonan seusai menghadiri Festival Kawasan Timur Indonesia di hotel Aston, Makassar, Rabu, 18 November 2015.

    Kemarin, pegawai eselon IV Kementerian Perhubungan, Dyah Umiyarti Purnamaningrum, 41 tahun, meninggal saat apel pagi. Dyah saat itu sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Karakter dan Kesamaptaan Pegawai di Pasuruan.

    Jonan mengemukakan Kementerian akan mengevaluasi apakah ada kaitan meninggalnya salah seorang PNS dengan sistem pelatihan yang diterapkan selama ini. "Kalau ada kelemahan pada sistem pelatihannya, maka sistem pelatihannya yang dibenahi," kata Jonan.

    Menurut Jonan, ada ratusan PNS Kementerian Perhubungan yang mengikuti pelatihan kedisiplinan setiap tahun. "Baru ini ada kejadian, ada peserta pelatihan yang meninggal," kata Jonan.

    Terkait dengan sistem pelatihan yang terkesan ala militer, Jonan mengatakan hal itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi. "Itu juga akan dievaluasi, termasuk teknis pelatihan," kata Jonan.

    Jonan menjelaskan kegiatan serupa juga dilakukan beberapa kementerian lainnya. Jonan enggan mengemukakan apakah kegiatan rutin itu akan tetap dilanjutkan secara rutin atau tidak. "Nanti, akan dievaluasi dulu," kata Jonan.

    Kunjungan Jonan sehari di Sulawesi Selatan yaitu menghadiri Festival Kawasan Timur Indonesia di hotel Aston, Makassar. Sekitar pukul 11.40 Wita, Jonan beserta rombongan pejabat Kementerian Perhubungan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo serta beberapa anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan ikut dalam rombongan itu.

    Beberapa anggota DPR yang ikut dalam rombongan menuju Kabupaten Barru di antaranya Ketua Komisi V DPR Fery dan anggota Komisi, Markus Nari, Bahrum Daido, Taufan Tiro, dan Fatmawati Rusdi Masse.

    Dalam kunjungan ke Kabupaten Barru, Jonan meninjau persiapan pembangunan proyek rel kereta api tahap pertama Makassar-Parepare sepanjang 145 kilometer.

    INDRA OY

    Baca juga:

    Teror Paris: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan (update!)
    Setya Novanto Beraksi, Inilah Transkrip Catut Nama Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.