Jokowi: Pemimpin Besar Muncul karena Ditempa Tantangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    Presiden Joko Widodo (Jokowi). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan pemimpin-pemimpin besar muncul setelah lolos dari banyak ujian dan tantangan. "Semua pemimpin muncul setelah ditempa tantangan, ombak besar, rintangan, tapi bisa melewatinya," kata Presiden Jokowi ketika membuka program Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

    Menurut Jokowi, mereka diuji menerima banyak masalah tapi bisa menyelesaikannya dengan ketekunan, kerja keras, dan keberanian. "Mereka jadi pemimpin besar yang dicintai dan dihormati," ucapnya.

    Presiden berujar, semua orang harus belajar dari mereka bahwa pemimpin harus punya budi pekerti yang baik, mau melayani masyarakat, dan mau mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan bangsa.

    "Setiap zaman muncul dengan tantangan yang beda. Tantangan dulu berbeda dengan masa depan. Tantangan makin berat. Persaingan tidak hanya individu, tapi sekarang sudah antarnegara," tuturnya.

    Presiden Jokowi mengatakan, pada awal 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan sehingga sudah tidak ada batas negara, dan itu sudah dialami Eropa. "Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan. Benturan gesekan makin keras. Saya lihat anak-anak siap semua, percaya diri semua. Saya yakin kita bisa hadapi tantangan ke depan," ucap Jokowi kepada 1.173 pengurus organisasi siswa intra sekolah dari sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan.

    Menurut Jokowi, tantangan itu harus dijawab dengan kepemimpinan yang berkarakter.
    "Saya dukung program KKP. Kepemimpinan harus dimulai, termasuk dari keluarga," ujarnya dalam acara yang dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi itu.

    Indonesia, ujar dia, membutuhkan pemimpin yang kreatif, optimistis, toleran, menghargai kemanusiaan, dan berharga diri.

    "Kalau ada yang tawuran, beri tahu. Pakai narkoba, preman, atau mengarah jadi preman, beri tahu. Jadilah teladan. Bangsa ini perlu anak muda yang berani, jujur, tegas, semangat, dan sukarela membantu sesama," tuturnya.

    ANTARA

    Baca juga:

    Teror Paris: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan (update!)
    Setya Novanto Beraksi, Inilah Transkrip Catut Nama Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.