Teror Paris, Deddy Mizwar Ingatkan Jawa Barat Waspada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menawarkan miniatur menara Eiffel pada wisatawan yang sedang mengambil gambar menara Eiffel bewarna bendera Prancis ketika menghormati para korban serangan Paris, Prancis, 16 November 2015. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Seorang pedagang menawarkan miniatur menara Eiffel pada wisatawan yang sedang mengambil gambar menara Eiffel bewarna bendera Prancis ketika menghormati para korban serangan Paris, Prancis, 16 November 2015. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman teror, meski bom meledak di Paris, Prancis. “Beruntung diingatkan dengan teor Paris, tapi selain itu, kami sangat prihatin dengan 129 orang meninggal, dan sekian ratus orang luka-luka,” kata dia di Bandung, Selasa, 17 November 2015.

    Deddy mengatakan, ancaman teror juga terjadi Indonesia. “Saya kira, ada teror atau tidak di Paris seperti yang kita lihat, Indonesia harus tetap waspada,” kata dia.

    Menurut Deddy, sejumlah momen bisa dimanfaatkan oleh penebar teror. “Kita tidak mengerti bagaimana agenda mereka, tapi yang jelas teroris itu ada di muka bumi, apapun cita-cita mereka, tapi pola-pola itu tetap akan digunakan,” kata dia.

    Deddy meminta semua pihak tidak lengah. “Ada atau tidak ada teror di Perancis, kewaspadaan harus ditingkatkan. Apalagi menjelang pilkada serentak ini, kewaspadaan harus makin tinggi,” kata dia.

    Menurut Deddy, ancaman teror berpotensi pula di Jawa Barat. "Kita enggak boleh lengah. Apalagi di Jawa Barat, dengan penduduk terbesar (di Indonesia), multietnis segala macam, dan sangat kompleks, jadi kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata dia.

    Soal aktivis ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah, yang dituding sebagai penanggung jawab teror di Paris itu, Deddy mengatakan, potensi gerakan itu ada di Indonesia. “Mungkin ada, tapi bagaimana mencegahnya agar tidak berkembang,” kata dia.

    Serangan sekelompok orang di berbagai tempat di Paris pada Jumat malam, 13 November 2015 waktu setempat, membuat dunia tergoncang. Aksi penyerangan itu dilaporkan menewaskan sekitar 130 orang di Paris. Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab terhadap serangan di sejumlah tempat di Paris.



    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.