Musim Hujan, PT KAI Antisipasi Longsor di Jalur Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Ilustrasi penggantian/perawatan rel kereta. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi II Bandung meningkatkan pengawasan jalur selatan, khususnya di daerah rawan pergerakan tanah. Antisipasi ini penting dilakukan saat musim hujan karena daerah ini sering terjadi bencana alam, seperti longsor.

    "Pengawasan dilakukan lebih intensif, terutama setelah hujan turun, dengan mengerahkan juru periksa jalur di kawasan rawan pergerakan tanah," kata Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung, Zunerfin, di Bandung, Selasa, 17 November 2015.

    Bentuk pengawasannya antara lain menempatkan penjaga khusus di sejumlah jembatan. Seperti di kawasan Jembatan Cisomang, Terowongan Maswati, serta di jalur Cianjur-Sukabumi.

    Menurut Zunerfin, sebenarnya kawasan rawan gerakan tanah berada di jalur selatan dan barat. Di wilayah barat antara lain di Kilometer 107, sekitar kawasan Ciganea, Purwakarta, Jawa Barat.

    Daerah rawan berikutnya di Kilometer 76, wilayah Cianjur-Sukabumi, yaitu Cibeber-Lampegan. Sedangkan di wilayah timur juga terdapat titik rawan, yaitu Garut-Tasikmalaya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.