Hadiri KTT APEC, Jusuf Kalla Tawarkan Potensi Investasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    Jusuf Kalla. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Manila, Filipina, untuk menghadiri acara forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Kalla mengatakan di sana akan banyak membicarakan kerja sama ekonomi antarnegara peserta.

    "Tentu pembicaraannya masalah ekonomi, kerja sama ekonomi, bagaimana meningkatkan investasi, bagaimana perdagangan yang lebih baik," kata Kalla, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa, 17 November 2015.

    Dalam forum APEC nanti, Kalla akan menyampaikan bagaimana cara meningkatkan ekonomi di tengah keadaan global saat ini. "Kami mengalami pelemahan ekonomi di semua wilayah. Jadi, bagaimana kerja sama itu dapat memperbaiki produktivitas, bagaimana daya beli masyarakat, bagaimana memperluas pasar," ujar dia. "Dan, bagaimana membangkitkan investasi."

    Ikut dalam rombongan bersama Kalla antara lain Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani. Adapun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong sudah terlebih dulu berada di Manila. Kalla dijadwalkan berada di Manila mulai hari ini 17 November sampai 20 November 2015.

    Forum ini didirikan pada 1989. APEC beranggotakan Australia, Amerika Serikat, Brunei, Kanada, Cile, Filipina, Republik Tiongkok, Cina, Hong Kong, Cina Taipei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

    Filipina menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT APEC pada 18-19 November 2015, sementara Cina menjadi tuan rumah tahun lalu. Terakhir kali Filipina menjadi tuan rumah pada 1996. Indonesia pernah menjadi tuan rumah KTT APEC pada 1994 dan 2013. Sedangkan Vietnam tuan rumah KTT APEC tahun 2006 dan akan mendapat giliran lagi pada 2017.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.