Peserta Aksi Tolak Pabrik Semen Janji Tak Rusuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga penolak pendirian pabrik semen di Pati berkumpul di halaman Museum Ronggowarito, Semarang, 17 November 2015. TEMPO/Rofiuddin

    Warga penolak pendirian pabrik semen di Pati berkumpul di halaman Museum Ronggowarito, Semarang, 17 November 2015. TEMPO/Rofiuddin

    TEMPO.CO, Semarang – Sekitar seribu lebih warga, hari ini, Selasa, 17 November 2015, menggelar unjuk rasa mengawal sidang putusan pendirian pabrik semen di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang. Aksi ini diawali sejak Ahad malam, ketika sekitar 200 orang menggelar aksi jalan kaki sepanjang 122 kilometer dari Pati ke Semarang. Di Semarang, mereka singgah di Museum Ronggowarsito.

    Gunretno, yang selama ini menjadi motor penggerak aksi tolak pabrik semen di Pati, mengajak peserta aksi untuk tetap mengendalikan diri dan tidak terpancing untuk berbuat kerusuhan. ”Kami tetap menggunakan cara-cara yang baik, bukan dengan cara kekerasan,” kata Gunretno saat orasi di atas truk di depan Museum Ronggowarsito.

    Gunretno menegaskan, aksi tolak semen tak hanya diikuti warga petani, tapi juga akademikus, aktivis lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, dan para mahasiswa. Sekitar seribu warga dari beberapa daerah juga datang ke Museum Ronggowarsito. Mereka diangkut 20 truk dari beberapa daerah, seperti Rembang, Blora, Pati, Kudus, hingga Grobogan.

    Dari Museum Ronggowarsito, massa lantas berjalan kaki menuju gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Mereka akan ikut mendengarkan pembacaan putusan yang dibacakan hakim.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.