Catut Nama, Jejak Lobi Setya Novanto hingga Amuk Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Setya Novanto (tengah) Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (kiri) usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Setya Novanto (tengah) Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (kiri) usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, 5 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Walau negosiasi perpanjangan kontrak baru boleh dilakukan pada 2019 atau 2 tahun sebelum kontraknya berakhir, kasak-kusuk Freeport untuk memastikan perpanjangan kontrak sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Manuver inilah yang diduga dimanfaatkan Setya Novanto.

    Berikut ini sebagian jejak lobi Freeport:

    8 Juni 2015
    Petinggi Freeport bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto di Pacific Place, SCBD, Jakarta. Dalam pertemuan ketiga itu, Setya menjanjikan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia di Papua.

    2 Juli 2015
    Presiden Komisaris Freeport-McMoran, James R. Moffett, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Ia datang bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

    6 Oktober 2015
    James Moffett dan Menteri Energi Sudirman Said dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana. Jokowi memarahi Moffett karena melobi berbagai pihak untuk memperpanjang kontrak itu.

    7 Oktober 2015
    Menteri Sudirman mengirim surat kepada Freeport Indonesia, yang menegaskan pemerintah belum menyetujui perpanjangan kontrak. Surat tersebut hanya memberi kepastian bahwa Freeport tetap bisa melanjutkan usahanya hingga akhir 2021.

    16 November 2015
    Sudirman mengadukan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan dengan tuduhan menjanjikan perpanjangan kontrak Freeport, serta mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. 

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.