Wisata Kawah Bromo Tidak Ditutup, tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara motor melintas di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 13 November 2015. ANTARA/Umarul Faruq

    Seorang pengendara motor melintas di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 13 November 2015. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.COProbolinggo - Kawah Bromo masih menjadi kawasan terlarang bagi wisatawan, kendati asap yang keluar sudah memutih. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) Ayu Dewi Utari mengatakan pengunjung masih dilarang naik ke kawasan wisata kawah tersebut. ”Wisata Bromo tidak ditutup, tapi dibatasi. Pengunjung dilarang naik ke kawah,” kata Ayu melalui pesan pendek, Selasa pagi, 17 November 2015.

    Ayu mengatakan obyek wisata yang biasa dikunjungi di Bromo bukan hanya kawasan kawah Bromo. Menurut dia, untuk wisata ke Savana, lautan pasir, sunrise dan sunset, Coban, serta Ranu tetap aman.

    Berdasarkan hasil pengamatan secara visual pada aktivitas Bromo, Selasa pagi ini, asap yang keluar dari kawah tidak lagi berwarna kelabu. ”Asap tidak lagi kelabu, tapi putih, dan mengarah ke barat,” ujar Ayu.

    Adapun untuk aktivitas vulkanis Gunung Bromo, Ayu mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) ihwal adanya peningkatan frekuensi kegempaan Gunung Bromo. Namun status aktivitas Bromo masih tetap pada level waspada.

    Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memasang rambu larangan naik ke kawah Bromo di empat pintu dan di batas tangga kawah Bromo. Pihak Taman Nasional juga menempatkan sepuluh petugas secara bergiliran untuk melarang wisatawan yang akan naik ke kawah Bromo. Taman Nasional pun intensif berkoordinasi dengan PVMBG serta pihak terkait lainnya ihwal status Bromo. Patroli, kata Ayu, juga secara intensif dilakukan di dalam kawasan.

    Aktivitas vulkanis Gunung Bromo dilaporkan meningkat pada Kamis malam, 12 November 2015. Peningkatan tersebut ditandai dengan kenaikan gempa tremor serta perubahan secara visual gunung berapi dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut ini.

    Berdasarkan data yang diperoleh Tempo dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terjadi peningkatan gempa tremor dari sebelumnya dengan amplitudo maksimum 0,5-2 milimeter atau 0,5-3 milimeter menjadi 0,5-4 milimeter pada Kamis malam ini, 12 November 2015.

    Sedangkan berdasarkan pengamatan secara visual, kawah Gunung Bromo menyemburkan asap putih kelabu sedang-tebal dengan tekanan lemah-sedang. Padahal sebelumnya asap yang keluar putih tebal dengan tekanan lemah.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.