Survei Kepuasan, Ridwan Kamil Kalah dari Wali Kota Sukabumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (tengah) meninjau kebun sayur gantung di gang sempit di RT 05 RW 01, Kelurahan Caringin, Bandung, 5 November 2015. TEMPO/Putra Prima Perdana

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (tengah) meninjau kebun sayur gantung di gang sempit di RT 05 RW 01, Kelurahan Caringin, Bandung, 5 November 2015. TEMPO/Putra Prima Perdana

    TEMPO.CO, Purwakarta - Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran Bandung merilis hasil survei kepuasan publik terhadap pelayanan. Menurut Ketua Tim Survei Kepuasan Publik PSPK dan Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S), Muradi, salah satu unsur yang dinilai menyangkut kepemimpinan. (Baca juga: Survei Kepuasan, Bandung Kalah dari 3 Daerah Ini)

    Ternyata, dari sudut dimensi kepemimpinan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kalah dibandingkan Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz. Ridwan Kamil berada di posisi kedua dengan skor 3,67. Sedangkan Mohamad Muraz mendulang skor 3,69.

    Berdasarkan hasil survei tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya berada di posisi ketiga dengan skor 3,66. Di tempat keempat bercokol Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan raupan skor 3,49.

    Menurut Muradi, Kota Bandung juga kalah jauh dibandingkan Sukabumi soal kepuasan pelayanan publik. Sukabumi mendapat skor 100, sedangkan Bandung hanya beroleh skor 75,74. Posisi kedua dan ketiga ditempati Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Purwakarta, masing-masing dengan skor 94,15 dan 93,71.

    Dia menjelaskan, ada enam dimensi yang menjadi tolok ukur kepuasan publik dalam survei. Enam indikator itu menyangkut dimensi kepemimpinan, pelayanan dasar, infrastruktur, pengelolaan sumber daya, penerapan regulasi, dan pengelolaan anggaran.

    "Secara umum, masyarakat Jawa Barat menilai bahwa infrastruktur adalah dimensi paling baik yang diwujudkan pemimpin daerah," ujar Muradi dalam siaran pers, Selasa, 17 November 2015.

    Pola survei menggunakan desain two ways stratification sampling dengan melakukan penggalian data lapangan pada 15-31 Oktober 2015. Data valid sebanyak 2.445 responden. Adapun margin of error sebesar 2 persen.

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menyatakan sangat mengapresiasi hasil survei yang dilakukan PSPK Dan PK2S Universitas Padjajaran. Dia menilai, survei kepuasan publik dilakukan oleh lembaga yang kredibel.

    "Saya akan berupaya keras memperbaiki seluruh dimensi yang skornya masih rendah. Selain itu, tekad kami, pada periode survei tahun berikutnya, adalah bisa tampil menjadi yang terbaik di seluruh dimensi," ujar Dedi.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.