Teror Paris, Ini Tiga Instruksi Kapolri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Suharsono mengatakan  dalam pengamanan dan antisipasi teror di Indonesia, Kepala Kepolisian  Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti sudah memberikan tiga instruksi sebagai upaya penjagaan. "Pak Kapolri sudah memberikan instruksi kepada para Kapolda dan jajaran," kata Suharsono saat dihubungi Tempo, Senin, 16 November 2015.

    Pada instruksi yang pertama, Suharsoni menyebutkan, Kapolri meminta agar memperketat pengamanan pada kedutaan besar dan konsulat jenderal. "Kemudian sekolah-sekolah khusus, terutama Prancis," kata Suharsono.

    Selanjutnya, pengamanan juga dilakukan dengan meningkatkan proteksi, patroli, dan pengamanan pada tempat-tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, seperti pusat perbelanjaan, mall, dan sebagainya. "Ketiga, mengerahkan personil yang setiap saat siap untuk digerakkan," ujar Suharsono.

    Pada Jumat waktu setempat, terjadi insiden penyerangan di Paris yang menewaskan lebih dari 100 orang. Beberapa pihak menduga penyerangan ini terkait dengan aksi kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Kelompok Said dan Cherif Kouachi yang diduga terkait ISIS pernah melakukan teror dekat kantor majalah mingguan Charlie Hebdo pada Januari lalu.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.