Tahun Depan, DPR Hanya Bahas 37 RUU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Legislasi DPR RI, Sareh Wiyono menyampaikan paparannya terkait Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, 23 Juni 2015. Rapat paripurna DPR menyetujui UP2DP atau yang biasa disebut dana aspirasi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Badan Legislasi DPR RI, Sareh Wiyono menyampaikan paparannya terkait Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, 23 Juni 2015. Rapat paripurna DPR menyetujui UP2DP atau yang biasa disebut dana aspirasi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Firman Subagyo mengatakan parlemen akan membatasi pembahasan produk hukum. Menurut dia, hal itu untuk mengantisipasi membengkaknya anggaran pembuatan produk hukum.

    "Seharusnya, semua produk hukum kan dapat alokasi anggaran," kata Firman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 16 November 2015.

    Menurut Firman, pembatasan akan dilakukan dengan cara memberikan jatah satu komisi hanya membahas dua produk rancangan undang-undang. Dengan demikian, dalam program legislasi nasional 2016 parlemen idealnya akan membahas 37 RUU.

    Dia mengakui jika pembahasan prolegnas tahun ini terlambat. Seharusnya, program legislasi sudah disahkan sebelum anggaran pendapatan dan belanja negara 2016. Firman mengatakan akan kembali membahas prolegnas pada Selasa besok dengan mengundang pemerintah.

    Pertemuan tersebut, kata Firman, akan memutuskan RUU mana saja yang akan kembali dilanjutkan pembahasannya dan, RUU yang dianggap krusial untuk diajukan dibahas. Sementara, bleid yang dianggap belum terlalu penting akan ditunda pembahasannya.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.