Pemerintah Kota Ini Gelar Pembinaan Cara Menangani Jenazah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jenazah. TEMPO/Suryo Wibowo

    Ilustrasi jenazah. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara menggelar pembinaan bilal mayit agar lebih terampil dan benar serta menambah wawasan dalam menangani jenazah.

    Pembinaan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Rolel Harahap, Senin, 16 November 2015 di gedung IPHI daerah setempat dan diikuti 250 orang petugas bilal mayit se-Kota Tanjungbalai.

    Wakil Wali Kota mengatakan, tidak semua orang bisa menjadi bilal mayit, karena itu seorang bilal mayit dituntut untuk menguasai pengetahuan/ilmu agama tentang pelaksanaan mengurus jenazah.

    Selain itu, memandikan hingga mengafani mayit merupakan tugas mulia di tengah-tengah masyarakat.

    "Untuk itu, seluruh peserta diharapkan benar-benar mengikuti pembinaan ini, sebab melaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah menjadi kewajiban bagi setiap ummat Islam yang dapat diwakili oleh seorang bilal mayit," kata Rolel Harahap.

    Kepala bagian sosial setdakot Tanjungbalai M. Yunan menjelaskan, pembinaan bilal mayit itu merupakan program rutin pihaknya yang digelar setiap tahun.

    Tujuan kegiatan itu, kata dia, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman rangkaian pelaksanaan mengurus jenazah yang menjadi bagian tugas seorang bilal mayit.

    Pembinaan dilaksanakan selama dua hari dengan menghadirkan instruktur/nara sumber yakni, Lahmuddin Ritongan dan Aminah Azis dari Medan.

    "Diharapkan peserta ke depannya bisa lebih terampil dan benar dalam melaksanakan fardu kifayah," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.