Kinerja Kota Sukabumi Terbaik Versi Survei Unpad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bandung - Dua lembaga di Universitas Padjadjaran melakukan penelitian survei soal kepuasan publik dan kinerja pemerintah 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat 2015. Kota Sukabumi dan Kabupaten Purwakarta berada di posisi teratas.

    Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) melakukan survei dengan desain sampling two-ways stratification pada kurun 15-31 Oktober 2015. Melibatkan 2.401 orang sebagai responden yang diwawancara peneliti, survei itu untuk mengetahui kinerja pemerintah daerah di wilayah Jawa Barat, minus provinsi dan Kabupaten Pangandaran yang baru terbentuk.

    Ketua PK2S Toni Toharudin mengatakan, tim survei memakai 6 indikator, yakni infrastruktur, pelayanan dasar, kepemimpinan, sumber daya aparatur, kebijakan daerah, serta anggaran daerah. Responden yang hampir seimbang jenis kelaminnya, mayoritas lulusan SMA (40,8 persen), dan sarjana 28 persen. Mayoritas berpenghasilan Rp 1-3 juta per bulan (50 persen), dan 27 persen berpenghasilan lebih dari Rp 3 juta.

    Secara umum, kata Toni, indeks kepuasan warga dari 6 indikator pada survei tersebut, Kota Sukabumi menempati posisi teratas dengan nilai 100. Selanjutnya Kabupaten Purwakarta (93,71), Kota Tasikmalaya (91,12), Kota Banjar (87,99), dan Kota Bogor (87,69). "Selanjutnya lima besar daerah dengan indeks kepuasan rendah yakni Sumedang, Cianjur, Cimahi, Depok, dan Subang," ujarnya, Senin, 16 November 2015.

    Adapun ketua tim peneliti dari Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Unpad, Muradi mengatakan, pihaknya melakukan wawancara ke warga dan membandingkannya pula dengan pemuatan berita kinerja pemerintah di media massa sejak 1-17 Oktober 2015. Mereka juga sama memakai 6 indikator yakni infrastruktur, pelayanan dasar, kepemimpinan, sumber daya aparatur, kebijakan daerah, serta anggaran daerah. "Lima besar terkait kepuasan publik yaitu Kabupaten Purwakarta, Pangandaran, Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, dan Kota Banjar," ujarnya.

    Selain itu, Muradi mengatakan, pemimpin daerah yang sering diberitakan, tak menjamin kepuasan publik. Di Kota Bandung misalnya, Walikota Ridwan Kamil banyak menghiasi berita, namun publik punya penilaian sendiri. "Pemenuhan janji politik itu yang dinilai masyarakat," ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.