Bentrokan TNI vs Polri di Lubuklinggau, Polisi Kirim Tim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan meminta agar Polri diberi kesempatan untuk menyelidiki pertikaian antara TNI dan Polri di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. "Terkait dengan masalah ini, saya harap kedua belah pihak bisa menahan diri. Berikan kesempatan kepada kami untuk menyelidiki apa yang sebetulnya terjadi," katanya saat ditemui setelah meluncurkan Media Management Center (M2C) di Polda Metro Jaya, Senin, 16 November 2015.

    Anton mengatakan pihaknya sudah mengirim tim untuk menyelidiki hal tersebut. "Pihak polisi juga sudah menurunkan Propam ke sana apabila ada kesalahan prosedur dari anggota Polri," katanya. Sebelumnya, dua anggota TNI dari Kodam III Siliwangi tertembak dalam baku tembak melawan personel Polresta Muara Enim.

    Ia mengatakan sanksi sudah pasti akan diberikan jika memang terbukti ada kesalahan dari pihak polisi sendiri. "Untuk masalah di internal TNI diserahkan kepada lingkup internal untuk lebih jauh menyelidiki penyebabnya," ucapnya. Anton sendiri mempertanyakan apa yang sedang dilakukan pihak Kodam III Siliwangi di sana.

    Dua anggota TNI yang tertembak itu adalah Kapten Edi Sutrisno, 43 tahun, dan Deden, 33 tahun. Keduanya merupakan anggota Kodam III Siliwangi dari satuan Intel. Baku tembak itu terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WIB, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara.

    Informasi awal menyebutkan peristiwa baku tembak itu terjadi ketika petugas dari Polresta Muara Enim mengejar terduga pelaku penculikkan. Sedangkan anggota TNI sedang mengejar pelaku pencurian mobil komandannya. Belum ada kejelasan kenapa baku tembak bisa terjadi. Akibat kejadian ini, bentrokan sempat terjadi antara tentara dan polisi setempat.

    EGI ADYATAMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.