Mengajar di Pedalaman, Guru Muda Ini Tewas Terseret Arus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • microbiology.georgetown.edu

    microbiology.georgetown.edu

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Ali Gufron Mukti menyampaikan kabar duka. Slamet Prasetyo, salah satu peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, meninggal. "Gugur menjalankan pengabdiannya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 16 November 2015.

    Ali menjelaskan, Slamet adalah pengajar program SM3T dari Universitas Negeri Semarang. Slamet mengampu mata pelajaran fisika untuk siswa-siswi di Kabupaten Sambas. Dari kronologi kejadian yang diterima Kementerian Riset pada Minggu sore, 15 November 2015, pukul 15.00 WIB, Slamet dan tiga rekannya berangkat mengajar menggunakan perahu menyusuri sungai.

    Perahu yang membawa keempat peserta SM3T tersebut terseret arus dan tenggelam. Tiga orang berhasil diselamatkan, tapi Slamet tidak tertolong. Jenazah Slamet, kata Ali, dipulangkan hari ini dari Sambas menuju Magelang, Jawa Tengah.

    Segenap keluarga besar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, ujar Ali, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa itu. “Semoga Allah mengangkat almarhum sebagai syuhada yang gugur di medan pengabdian dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah.”

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.