Fahri Hamzah Protes Menteri ESDM Bongkar Kasus Freeport  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengeluhkan tindakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang mengungkap pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh anggota DPR untuk mendapatkan saham PT Freeport Indonesia.

    Bahkan politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mempertanyakan detail pencatutan nama Jokowi dan Kalla. Ia pun meminta Menteri ESDM tidak meributkan masalah ini. Apalagi jika ini hanya bersumber dari obrolan belaka.

    Baca juga:

    Gila! Pencatut Nama Jokowi Minta 20 Persen Saham Freeport
    Anggota DPRD Tersangka UPS, Ahok: Berarti Betul Dong...

    "Tidak selayaknya pejabat setingkat menteri menjadikan isu sebagai konsumsi publik," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 16 November 2015.

    Menteri ESDM, Sudirman Said (kedua kiri), didampingi Presdir PT Freepot Indonesia, Maroef Sjamsoeddin (kedua kanan), mengunjungi  Freeport di Timika. (ANTARA)

    Menurut Fahri, tidak ada urusannya anggota Dewan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Perpanjangan kontrak PT Freeport baru bisa dilakukan minimal dua tahun sebelum kontrak habis, yakni pada 2019. "Saat itu masa jabatan DPR periode ini sudah habis. Apa urusannya?"

    Fahri berpendapat, yang dilakukan Sudirman itu tidak tepat. Apalagi ini dilakukan secara tiba-tiba. Lebih baik, ucap dia, Sudirman berfokus pada kinerja kementeriannya. Terutama tentang pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 yang telah disahkan.

    Hari ini Sudirman akan menemui Mahkamah Kehormatan DPR. Dia akan mengadukan anggota Dewan yang mencatut nama Jokowi dan Kalla di tengah renegosiasi perpanjangan kontrak pemerintah dengan PT Freeport. Politikus itu juga meminta saham Freeport. Sudirman menolak membeberkan nama politikus itu tapi berjanji akan melaporkannya kepada MKD hari ini.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI

    Baca juga:
    Beredar, Transkrip Pembicaraan Setya Novanto Soal Catut Nama Jokowi
    Setya Novanto Akui Pernah Temui Bos Freeport

     

    Baca juga:
    Ajaib, Bumi Bernapas, Tanah Naik-Turun, Pertanda Apa?  
    Diperkosa di Angkot, Wanita Muda Ini Berontak Hebat, Lalu...
    EKSKLUSIF TEMPO: Penjagaan Paris Ternyata Longgar
    TEROR PARIS: Terkuak, Israel Tahu Prancis Akan Diserbu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.