Teror di Paris, TNI Tingkatkan Patroli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Daerah Sumatera Selatan menyumbang titik api terbanyak dalam bencana kabut asap tahun ini. ANTARA/M Agung Rajasa

    Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) memeriksa pasukan saat upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Asap di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 September 2015. Daerah Sumatera Selatan menyumbang titik api terbanyak dalam bencana kabut asap tahun ini. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menginstruksikan kepada anak buahnya agar meningkatkan koordinasi patroli dengan polisi sebagai antisipasi gejolak keamanan dalam negeri. Langkah itu diambil menyusul adanya serangan teror Paris, Prancis. Patroli dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    "Tingkatkan koordinasi patroli secara intens bersama-sama dengan rekan-rekan kepolisian daerah masing-masing," kata Gatot kemarin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

    Bila ada hal-hal yang mencurigakan, ia meminta anggotanya segera melakukan pengamatan dan pelaporan sehingga seluruh masyarakat merasa aman. "Itu kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

    Sebelumnya polisi telah melakukan patroli ketat di sejumlah objek vital. Sejumlah kantor kedutaan besar negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia menjadi prioritas, termasuk Kedubes Prancis.

    Teror Paris terjadi pada Jumat, 13 November 2015. Hingga saat ini dilaporkan 129 orang tewas dan 352 lagi luka-luka. Berdasarkan catatan KBRI, ada sekitar 1.700 warga Indonesia yang saat ini berada di Prancis.

    Dari jumlah itu, ada sekitar seribu orang tinggal di Prancis, dan 300-an di antaranya merupakan mahasiswa. Selain itu, ada sekitar 500 warga negara Indonesia yang menikah dengan warga setempat.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.