Teror Paris, Ini Cerita Direktur IFI Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman India, Sudarsan Pattnaik, membuat patung pasir bagi korban serangan teror Paris di Odisha, India, 14 November 2015. REUTERS/Stringer

    Seniman India, Sudarsan Pattnaik, membuat patung pasir bagi korban serangan teror Paris di Odisha, India, 14 November 2015. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Bandung Melanie Martini-Mareel merasa kaget dan sedih atas serangan teroris yang terjadi di Paris, Prancis, Jumat, 13 November 2015. Tak hanya punya kenangan mendalam seputar lokasi kejadian di Paris utara tersebut, ia juga memiliki banyak kenalan di sana. “Ibunya teman, insinyur ligthing di (Bataclan) concert hall ikut jadi korban, saya sangat sedih karena pernah bertemu,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 15 November 2015.

    Setelah kejadian itu, Melanie yang terhitung baru bertugas di Bandung, mencari kabar kerabat dan kenalannya di Facebook. Keluarga dan temannya selamat, begitu pun mayoritas kenalannya. “Saya sepuluh tahun tinggal dan kuliah di Paris, juga punya kamar di Jalan Rue de la Fontaine au Roi,” kata perempuan dari Prancis selatan itu.

    Menurut Melanie, lokasi kejadian merupakan wilayah permukiman dan pertokoan, yang didiami banyak warga dari luar Prancis, seperti dari Asia, Afrika, dan Arab. Walau bukan area turis, daerah tersebut terbilang ramai. Banyak restoran dengan sajian seperti kuliner Prancis, Italia, Cina, Vietnam, Arab, dan Kamboja. “Setahun lalu kami sekeluarga makan di restoran Kamboja itu karena favorit,” ujarnya.

    Adapun tempat konser Bataclan merupakan gedung tua yang menjadi salah satu lokasi pertunjukan seniman musik sesuai sejarahnya. Kapasitasnya, kata Melanie, sekitar 1.500 orang. Untuk pertunjukan musik yang lebih besar, stadion sepak bola Stade de France menjadi pilihan lain. “Saya merasa aneh karena kenal dan tinggal di daerah itu,” kata dia.

    Sebelumnya diberitakan, serangan teroris dimulai dari luar stadion sepak bola Stade de France pada Jumat malam, 13 November 2015, sekitar pukul 21.20. Serangan kedua lima menit kemudian menyasar bar dan restoran Le Petit Cambodge dan bar yang ada di seberang jalan, Le Carillion. Serangan berikutnya terjadi lagi di stadion sepak bola selang lima menit kemudian.

    Teroris lain melakukan penembakan di luar restoran Casa Nostra di sudut Jalan Rue de la Fontaine au Roi dan Rue Faubourg du Temple. Di tempat lain, restoran Prancis ikut diserang dengan aksi penembakan serta bom bunuh diri. Berikutnya gedung konser Bataclan yang tengah dipakai pertunjukan musik band The Eagles of Death Metal asal Amerika Serikat. Korban tewas seluruhnya dilaporkan berjumlah 129 orang.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.