Jokowi Agendakan Pertemuan dengan Sejumlah Kepala Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) melambaikan tangan saat bertolak menuju Turki di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 November 2015. Dalam lawatannya Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) melambaikan tangan saat bertolak menuju Turki di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 November 2015. Dalam lawatannya Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Cina Xi Jinping di Kota Antalya, Turki. Pertemuan itu digelar sebelum tiga pemimpin negara itu mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang bertema "Ensuring Inclusive and Robust Growth Through Collective Action". 

    “Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama antara Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Kanada,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 15 November 2015. 

    Justin Trudeau, putra bekas Perdana Menteri Pierre Trudeau, secara mengejutkan meraih suara mayoritas pada pemilihan umum 19 Oktober 2015. Dia mengalahkan Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Stephen Harper, yang berkuasa sejak 2006.

    Adapun pertemuan G20 akan dimulai pada siang hari, diawali dengan upacara penyambutan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Semua kegiatan G20 dipusatkan di Hotel Regnum Carya, Antalya, Turki. 

    Tiga agenda utama pada pertemuan G20 adalah Working Lunch dengan tema "Development and Climate Change", Working Session yang bertema "Inclusive Growth: Global Economy, Growth Strategies, Employment and Investment Strategies", dan Working Dinner dengan tema "Global Challenges: Terrorism, Refugee Crisis".

    Pada Working Lunch, Jokowi akan mendorong suksesnya pertemuan COP UNCCC ke-21 di Paris pada 30 November 2015 dan menyampaikan komitmen kuat Indonesia untuk pengurangan emisi.

    Kemudian, saat Working Session, Jokowi akan menyampaikan perlunya reformasi arsitektur keuangan dunia. Hal ini sesungguhnya telah disampaikan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika. Jokowi juga akan mendorong pentingnya tatanan ekonomi dunia yang berkeadilan. “Pentingnya negara maju memperhatikan dampak kebijakan moneter yang diambil bagi negara berkembang,” ujar Retno.

    Selanjutnya, pada Working Dinner, Jokowi berencana menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dalam pemberantasan terorisme. “Tidak ada negara yang aman dari ancaman terorisme dan tidak ada cara lain mengatasinya selain dengan kerja sama internasional,” tutur Retno.

    Sebelum menghadiri Working Dinner, Jokowi didampingi Iriana Widodo mengikuti Reception and Cultural Performance. 

    Sejumlah menteri yang mendampingi Jokowi adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Mereka dijadwalkan meninggalkan Antalya, Turki, pada Minggu, 15 November 2015, pukul 23.30 waktu setempat, dan diperkirakan tiba di Tanah Air pada Senin, 16 November 2015, pukul 19.30 WIB.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.