Jalan Kaki Pati-Semarang, Menolak Pabrik Semen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Pengunungan Kendeng, Pati, datangi gedung KPK untuk berunjuk rasa di Jakarta, (25/11). Dalam aksinya mereka membawa hasil panen, sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah warga Pengunungan Kendeng, Pati, datangi gedung KPK untuk berunjuk rasa di Jakarta, (25/11). Dalam aksinya mereka membawa hasil panen, sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSemarang - Warga penolak proyek pabrik semen di beberapa wilayah akan menggelar aksi jalan kaki sepanjang 122 kilometer menjelang putusan gugatan yang diajukan di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang pada 17 November mendatang. Sebanyak 200 orang dari Pati, Kudus, Rembang, Grobogan, dan Blora akan memulai jalan kaki dari Omah Sonokeling Sukolilo, Pati, pada malam ini, Minggu, 15 November 2015, pukul 19.00.

    “Aksi ini tak hanya seremonial, tapi menjadi pertanda mari kita rawat kelestarian alam. Alam jangan ditambang karena membahayakan manusia,” kata Gunretno dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK), Ahad, 15 November 2015.

    Tema yang disuarakan dalam aksi kali ini adalah Kendeng Jemput Keadilan. Mereka berharap hakim PTUN bisa adil dalam membuat putusan gugatan terhadap izin pertambangan semen PT Sahabat Mulia Sakti, anak perusahaan PT Indocement.

    Gunretno menyatakan, sebelum aksi jalan kaki digelar, akan ada sekitar 500 orang melakukan lamporan di Omah Sonokeling, Ahad malam. Lamporan adalah aksi penduduk membawa obor ke persawahan. Dulu, kata Gunretno, lamporan dilakukan untuk memberantas hama-hama yang menyerang tanaman padi, misalnya wereng, walang sangit, dan kaper. 

    Baca  juga:
    Drama Mengerikan Teror Paris, 130 Tewas: Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!
    Heboh Penjara Buaya Budi Waseso:1.000 Buaya Ada Syaratnya


     Gunretno mengatakan perusak tanaman padi petani tak hanya hama, tapi juga bisa kebijakan dari penguasa. Setelah lamporan, mereka akan berjalan kaki menuju Kudus. Di daerah ini, rombongan dari Pati akan disambut warga Kudus. “Akan ada doa tengah malam,” ujar Gunretno. 


    Selanjutnya, pada Senin pukul 03.00, 16 November 2015, mereka melanjutkan perjalanan ke Demak. Mereka menuju Kadilangu, makam Sunan Kalijaga. Peserta aksi akan istirahat dengan doa dan diskusi di Demak. Pada pukul 20.00, dari Demak akan berlanjut ke Semarang. Dijadwalkan pada Selasa pagi, 17 November 2015, mereka sudah sampai kantor PTUN Semarang. “Akan ada ribuan orang ikut mengawal sidang putusan PTUN,” tutur Gunretno.

    Sebelumnya, pada 15 Mei 2014, penduduk penolak pabrik semen di Pati mengajukan gugatan ke PTUN Semarang. Mereka mengajukan gugatan atas pemberian izin lingkungan kepada PT Sahabat Mulia Sakti dengan luas wilayah 2.868 hektare untuk keperluan industri semen. Pabrik ini berada di dua kecamatan, yakni Kayen dan Tambakromo.

    Gunretno menyatakan gugatan itu sebagai upaya penyelamatan kelestarian pegunungan Kendeng setelah berbagai upaya mediasi untuk tidak dikeluarkannya izin lingkungan gagal. Setelah melalui 27 kali persidangan, pada 17 November mendatang, akan ada agenda putusan.

    ROFIUDDIN

    Baca  juga:
    Drama Mengerikan Teror Paris, 130 Tewas: Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!
    Heboh Penjara Buaya Budi Waseso:1.000 Buaya Ada Syaratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.