Gaji Dokter Magang Naik Tahun Depan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Keluarga menggotong peti jenazah dokter Dionisius Giri Samudra atau Andra saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 13 November 2015. Penghargaan yang diberikan oleh Andra atas jasanya melayani pasien di daerah pedalaman. TEMPO/ Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Usman Sumantri mengatakan bantuan biaya hidup (BBH) yang diberikan bagi dokter yang tengah menjalani program internship hanya Rp 2,5 juta per bulan.

“Karena dokter-dokter tersebut berstatus magang atau in house training,” kata Usman saat dihubungi Tempo, Sabtu, 14 November 2015. Usman berujar, uang biaya hidup tersebut akan langsung ditransfer Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kementerian Keuangan ke rekening masing-masing dokter yang menjalani program internship.

Selain mendapatkan BBH, menurut Usman, dokter magang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah tempat mereka menjalani program internship. “Sebagian besar dokter akan mendapatkan insentif yang berkisar antara Rp 1-6 juta, tergantung kemampuan dari daerahnya masing-masing. Selain itu, mereka juga akan mendapat jasa medik dari rumah-rumah sakit tempat mereka mengabdi,” ujar Usman.

Menurut Usman, pada 2016, Kementerian Kesehatan akan menaikkan BBH bagi para dokter yang mengikuti program internship. “Bantuan biaya hidup dokter internship pada 2014 Rp 1,2 juta per bulan dan pada 2015 naik menjadi Rp 2,5 juta per bulan. Pada 2016, bantuan biaya hidup dokter internship kembali akan dinaikkan menjadi sekitar Rp 3-4 juta per bulan,” kata Usman.

Usman pun mengungkapkan, kenaikan bantuan biaya bagi para dokter yang menjalani program internship tersebut sudah diajukan Kementerian Kesehatan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. “Kenaikan BBH tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari DPR,” ujar Usman.

Pada Rabu kemarin, seorang dokter yang tengah menjalani program internship, Dionisius Giri Samudra, atau biasa dipanggil Andra, 24 tahun, meninggal di Rumah Sakit Cendrawasih, Dobo, Kepulauan Aru, Maluku. Dokter yang mengenyam pendidikan di Universitas Hasanudin, Makassar, tersebut didiagnosis menderita penyakit yang diakibatkan virus campak dengan komplikasi infeksi otak atau ensefalitas.

Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan Pattiselano Robert Johan menjelaskan, pada akhir Oktober 2015, Andra sempat kembali ke Jakarta selama dua pekan. Saat kembali ke Dobo pada 7 November 2015, Andra berada dalam kondisi demam. Akan tetapi, karena rasa tanggung jawabnya kepada tugas, Andra pun memutuskan tetap menjalankan tugasnya di Dobo.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Baca juga:
TEROR PARIS: 5 Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu
Ini Rangkaian Teror Paris: Stadion Bola hingga Konser Rock






Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

9 jam lalu

Stok Vaksin Covid-19 Tipis, DKI Jakarta Minta Opsi Relokasi

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin COVID-19 dari daerah lain untuk mengantisipasi stok vaksin yang mulai menipis.


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

5 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

5 hari lalu

Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

Pemerintah melaporkan data sementara korban tragedi Kanjuruhan Malang. Sampai saat ini ada 129 orang meninggal dan 188 luka.


Memahami Diet Seimbang Secara Benar

5 hari lalu

Memahami Diet Seimbang Secara Benar

Pernah mendengar istilah diet seimbang? Mengapa diet seimbang itu perlu?


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

12 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

20 hari lalu

Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

Tiga warga asal Kota Depok dan Tangerang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di Indonesia


Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

20 hari lalu

Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

Kementerian Kesehatan telah sejauh ini memeriksa 91 kasus dugaan hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia.


Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

20 hari lalu

Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

Dia adalah satu-satunya pasien terkonfirmasi positif cacar monyet di Tanah Air hingga trennya di dunia yang kini menurun.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

21 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

23 hari lalu

Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

Moeldoko menyatakan pencairan dana klaim kesehatan di fasilitas kesehatan milik TNI terhambat sehingga mengganggu operasional.