Mahasiswa ITB Gagas Bikin Pulau Pakai Lumpur Lapindo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi permukaan lumpur lapindo di desa Pejarakan, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 7 November 2015. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran dana talangan korban lumpur Lapindo sudah mencapai Rp683,8 miliar dari total anggaran Rp781 miliar. ANTARA/Zabur Karuru

    Kondisi permukaan lumpur lapindo di desa Pejarakan, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 7 November 2015. Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran dana talangan korban lumpur Lapindo sudah mencapai Rp683,8 miliar dari total anggaran Rp781 miliar. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung 2012, Kuya Navinata, menggagas pembangunan sebuah pulau baru bernama Lotus Island yang berlokasi di dekat Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

    Pulau berbentuk bunga teratai tersebut hasil reklamasi pantai berbahan utama lumpur Lapindo. Ketiga mahasiswa ITB itu adalah Mario Hartono, Denissa Sari Darmawi Purba, dan Tharina Nursalika Adhyati.

    Menurut Mario, gagasan membangun pulau baru itu berangkat dari masalah semburan lumpur hasil pengeboran Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Melihat potensi jumlahnya dan hasil kajian literatur memungkinkan, mereka membuat konsep pulau baru dari timbunan lumpur.

    Hasil pengujian dari literatur dan parameter kimia serta fisik lumpur, diketahui lumpur Lapindo masih berada di bawah batas baku mutu air limbah hasil analisis mengenai dampak lingkungan.

    Kekerasan dari lumpur yang mengering juga jadi kelebihan lain. "Biasanya di teknik sipil reklamasi pantai memakai pasir dari gunung, ide yang pakai lumpur baru ini," ujarnya kepada Tempo, Jumat, 13 November 2015. Jarak yang dekat antara lokasi pulau dan sumber lumpur memudahkan pengangkutannya.

    Konsep mereka yakni membangun dan mengembangkan reklamasi pantai yang efektif, inovatif, ramah lingkungan serta dapat diterapkan di Indonesia.

    Lotus Island mereka rancang berbentuk bunga teratai dengan luas lahan mencapai 512 hektare. Pulau yang pembangunannya berkisar Rp 1,5 triliun itu terinspirasi dari reklamasi Palm Island di Dubai, Uni Emirat Arab.

    Berada dekat jembatan Suramadu, kata Mario, Lotus Island dirancang terbagi dalam empat zona, yakni hunian, pariwisata, pelabuhan, dan kampung nelayan.

    Meskipun baru konsep, rancangan mereka sertai dengan model fondasi, pemecah gelombang, dan konstruksi lain agar timbunan lumpur tidak buyar. “Tentu saja masih perlu diteliti dan diuji lumpur itu,” kata Mario.

    Rancangan tersebut menjadi kampiun Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional 2015 antarmahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar. Lomba yang berlangsung pada akhir Oktober lalu tersebut bertema pengembangan reklamasi pantai yang efektif, inovatif, dan ramah lingkungan.

    ANWAR SISWADI

    Baca juga:
    TEROR PARIS: 5 Fakta Penting yang Perlu Anda Tahu
    Teror Paris, Hampir 130 Tewas: Orang Dalam Prancis Terlibat!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe