Orangutan Paling Banyak Jadi Korban Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orangutan jantan menunggu makanan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, 15 Juni 2015. PBB memprediksi bahwa orangutan akan punah dalam dua dekade jika kecenderungan deforestasi saat ini terus berlanjut. REUTERS/Darren Whiteside

    Orangutan jantan menunggu makanan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, 15 Juni 2015. PBB memprediksi bahwa orangutan akan punah dalam dua dekade jika kecenderungan deforestasi saat ini terus berlanjut. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kematian sejumlah satwa. Namun, dibandingkan dengan satwa lainnya, jumlah orang utan yang menjadi korban adalah yang paling banyak.

    "Ada harimau, orangutan, dan beruang. Tapi, paling banyak orangutan," kata Siti Nurbaya di sela pembukaan acara International Experts Roundtable Discussion di
    Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat, 13 November 2015.

    Namun, Siti Nurbaya mengatakan belum mendapatkan data final jumlah satwa yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan. Dia menjelaskan pemerintah berkomitmen mengembalikan habitat satwa dengan cara merestorasi hutan serta kawasan lahan gambut.

    International Experts Roundtable Discussion dibukan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut diapPemerintah akan membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memperbaiki lahan gambut.

    Penyelenggaraan International Experts Roundtable Discussion, yang membahas penyelamatan lahan gambut merupakan langkah awal pemerintah memperbaiki lahan gambut.

    Badan Restorasi Gambut akan mendapat dana dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Badan ini, kata JK, akan bekerja selama lima tahun.

    Menurut JK, selain merestorasi lahan gambut, pemerintah juga bertindak tegas terhadap pelaku pembakar hutan. Ia berharap tahun depan jumlah titik api semakin berkurang dan pemerintah lebih cepat menangani kebakaran. "Kemudian juga mengetatkan izin-izin dan moratorium penggunaan hutan," ujarnya.

    International Experts Roundtable Discussion akan berlangsung dua hari. Pemerintah mengundang ahli gambut dari dalam dan luar negeri, serta organisasi-organisasi lingkungan. Secara khusus, ada perwakilan dari Norwegia dan Jepang yang akan berbagi soal penanganan gambut di negaranya masing-masing.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.