Sarjana Sains dari Yogyakarta Ini Pelaku Pemalsuan BPKB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dok. TEMPO/ Nickmatulhuda

    Ilustrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dok. TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bagi yang ingin membeli kendaraan bermotor bekas harus hati-hati, karena saat ini beredar Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BKPB) palsu. Buku tanda kepemilikan kendaraan itu sangat mirip aslinya jika tidak diamati secara cermat dan menggunakan alat untuk mendeteksi hologram pada logo Lalu Lintas.

    Praktek pemalsuan ini terbongkar saat ada yang mau memutasi kendaraan di Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. “BPKB-nya dinyatakan palsu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta Komisaris Besar Hudit Wahyudi, Jumat, 13 November 2015.

    Pemalsu BPKB tersebut seorang Sarjana Sains (SSi) dari universitas di Yogyakarta bernamaa Sofyan Wardana,34 tahun, warga Condongcatur, Depok, Sleman.

    Jika tidak teliti, buku itu sangat mirip aslinya. Karena alat yang digunakan tersangka untuk membuat juga sudah menggunakan pemindai yang bagus. Sayangnya, pelaku tidak jeli dengan penandatangan di buku itu. Yang seharusnya atas nama Kapolda yang ditandatangani Direktur Lalu Lintas, disitu tertulis Kepala Satuan Lalu Lintas. "Kalau Kasat Lantas kan tingkat kabupaten/kota," kata dia.

    Ironisnya, yang menjadi korban justru masih keluarganya. Yaitu kakak iparnya sendiri yang menjual kendaraan ke orang lain dan memutasi kendaraan itu (Daihatsu Taruna) ke provinsi lain.

    Oleh pelaku, BPKB yang asli dan palsu digunakan untuk meminjam uang di lembaga keuangan. Kelakuan tersangka ini sudah dilakukan sejak 2010 yang lalu. Dengan buku kendaraan palsu itu, jaringan Sofyan menggunakannya sebagai jaminan di bank. Polisi masih mengejar jaringan tersangka di Jakarta berinisial J dan R. Mereka inilah yang menggunakan BPKB palsu untuk jaminan utang di bank.

    Polisi menjerat pelaku pemalsuan dengan pasal 263 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara. Polisi menyita BPKB palsu untuk mobil Toyota Avanza, Honda Vario dan Daihatsu Taruna.

    Sofyan mengaku, sangat mudah untuk membuat BPKB palsu. Sebab ia juga punya ilmu advertising dengan alat yang sudah modern.

    MUH SYAIFULLAH 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.