Jusuf Kalla: Jokowi Bilang Belum Perlu Perombakan Kabinet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan para ketua umum partai pendukung pemerintah yang digelar di Istana kemarin malam ternyata juga membahas soal perombakan kabinet.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan kepada para petinggi partai koalisi bahwa saat ini susunan kabinet belum perlu dirombak. "Masalah politik dan masalah perombakan kabinet jadi bagian dari pembicaraan.‎ Tapi Presiden bilang memang belum waktunya (perombakan kabinet)," kata Kalla di kantornya, Jumat, 14 November 2015.

    Menurut Kalla, kondisi pemerintah saat ini tidak memungkinkan untuk merombak kabinet. Pemerintah, ucap Kalla, tengah fokus pada beberapa persoalan, seperti ekonomi dan pemilihan kepala daerah serentak yang digelar Desember mendatang. "Banyak hal. Ekonomi kita mesti diperhatikan. Kalau tidak mungkin, katakanlah kalau mau diganti, ya pada saat lain," ujar Kalla.

    Selain soal perombakan, pertemuan tersebut membahas masalah ekonomi nasional dan internasional. "Presiden mau ke Istanbul. Saya mau ke Manila. Jadi diskusi saja, karena kami membutuhkan saran dari pimpinan partai," tuturnya.

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy mengatakan ada tiga fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut, antara membahas konstelasi politik nasional dan konsolidasi Koalisi Indonesia Hebat diubah menjadi partai-partai pendukung pemerintah.

    Selain itu, pertemuan membahas tentang dukungan pemerintah Jokowi dan Kalla, terutama mendorong momentum meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang merupakan resultan dari sejumlah paket kebijakan ekonomi.

    "Partai-partai pendukung pemerintah terus mengupayakan dukungan politik atas hal tersebut," ucapnya. Terakhir, pertemuan itu bahas masalah kinerja parlemen. "Membahas beberapa panitia khusus, baik perundang-undangan maupun pengawasan," ujarnya.

    Pertemuan dihadiri para ketua umum partai pendukung pemerintah, yakni Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

    TIKA PRIMANDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.