Pria Ini Tinggal di Kandang Domba, Hidup dari Barang Bekas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maman, 56 tahun, warga Kampung Pasirkelewih, yang tinggal di bekas kandang domba di Cianjur, Jawa Barat. TEMPO/Deden

    Maman, 56 tahun, warga Kampung Pasirkelewih, yang tinggal di bekas kandang domba di Cianjur, Jawa Barat. TEMPO/Deden

    TEMPO.CO, Cianjur - Potret kemiskinan di Kabupaten Cianjur kembali terungkap. Sudah dua tahun ini, Maman, 56 tahun, warga Kampung Pasirkelewih, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyulap kandang domba menjadi tempat tinggal berukuran 2 x 2 meter.

    Di dalam rumah itu, Maman tinggal seorang diri karena sudah menduda selama 25 tahun. Dia menyambung hidupnya dengan cara menyusuri jalan untuk mencari sisa-sisa barang bekas yang masih bisa dijual.

    Misbah, 53 tahun, tetangga Maman, menyebutkan, untuk makan sehari-hari, Maman diberi pada Aam, 50 tahun, adik kandung Misbah. Selain itu, ada tetangga lain yang membantu. "Meski miskin, Maman tetap berjuang tanpa mengandalkan belas kasihan orang lain," ujar Misbah di Cianjur, Kamis, 12 November 2015.

    Tempat tinggal Maman jauh dari layak. Atap kandang hanya menggunakan asbes. Agar tak tertiup angin dan hujan deras, Maman menaruh batu bata di atas atap. "Kemarin dia menyimpan batu bata untuk menahan asbes atap rumahnya itu," ucap Misbah.

    Maman mengaku, selama tinggal di bekas kandang domba, ia tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Satu-satunya program pemerintah yang didapat adalah pembagian beras untuk warga miskin. Itu pun dibelikan tetangganya. "Tidak pernah ada bantuan dari pemerintah. Tak ada orang dari pemerintah yang datang ke sini," tutur Maman.

    Dia berharap bisa tinggal di rumah yang layak. "Ya, kalau berharap mah, pasti. Namun, yang jelas, saya hanya berjuang bisa bertahan hidup untuk hari ini," katanya.

    DEDEN ABDUL AZIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.