Minggu, 22 September 2019

Pembicaraan Jokowi-PM Australia: Dari Terorisme hingga Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull saat blusukan di Pasar Tanah Abang, 12 November 2015. Jokowi juga juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia mempunyai hubungan bilateral yang baik dengan Australia. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull saat blusukan di Pasar Tanah Abang, 12 November 2015. Jokowi juga juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Indonesia mempunyai hubungan bilateral yang baik dengan Australia. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 12 November 2015, menerima kunjungan kerja Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara membahas mengenai tiga isu utama, yaitu investasi, perdagangan, dan pariwisata.
    ‎‎
    Kepada Turnbull, Jokowi mengatakan Indonesia saat ini sedang membuka diri untuk investor asing, terutama Australia. "Selain di bidang infrastruktur, kami menantikan investor Australia untuk pembiakan sapi," ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 November 2015. Menurut dia, investor Australia akan didorong menanamkan modalnya di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, khususnya untuk sektor peternakan. 

    Bidang lain yang juga ditawarkan adalah pengembangan digital. Menurut dia, saat ini, berdasarkan lembaga konsultan ekonomi, Ernst and Young, potensi di sektor itu saat ini mencapai US$ 13 miliar. Angka itu akan menjadi US$ 130 miliar lima tahun mendatang. 

    Kedua kepala negara juga sepakat melakukan penguatan kerja sama di bidang penanganan radikalisme dan terorisme. "Kami juga mengajak Australia bertukar informasi di bidang intelijen yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme."

    Adapun Turnbull menuturkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan masyarakatnya ke depan. "Kami sebelumnya tak menduga bahwa ekonomi dan teknologi di sini berkembang cukup pesat. Jadi saya kira hubungan kedua negara memiliki masa depan yang cukup baik," ujarnya.

    Dia juga memuji Jokowi yang mampu menyediakan lahan investasi bagi para investor. Menurut dia, Indonesia memiliki potensi investasi cukup besar dalam bidang investasi, terutama infrastruktur. ‎"Kami juga membicarakan mengenai potensi industri pembiakan sapi. Apalagi selama ini kami mengekspor sapi hidup ke Indonesia dari Australia utara," katanya.

    Menurut Turnbull, tak cuma investor Australia saja yang akan masuk ke Indonesia. Sebaliknya, ucap dia, kesempatan berinvestasi di bidang peternakan di Australia juga terbuka lebar bagi pemodal asal Indonesia. "Kami berdua mantan pengusaha, jadi melihat potensi ini sebagai kesempatan yang luar biasa."‎

    Selain itu, Turnbull mengapresiasi penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam menyelesaikan masalah ekstremisme dan terorisme. Melalui pendekatan agama, pemerintah Indonesia telah membuktikan bahwa apa yang dilakukan teroris bukan merupakan bagian dari praktek Islam yang dijalankan masyarakat Indonesia.

    Seusai lawatan ini, Turnbull mengatakan perwakilan dari masing-masing negara akan ‎menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Jokowi. "Menlu Indonesia akan ke Australia. Sebaliknya, perwakilan kami akan datang kembali ke sini. Akan ada sekitar 344 delegasi kami yang akan mendiskusikan hasil pertemuan ini lebih lanjut."

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe