Komisi III DPR Bentuk Panja untuk Pasar Turi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi pembangunan Pasar Turi Surabaya, sepi setelah aktivitas proyek dihentikan, Kamis (28/3). Menurut laporan pedagang, sejumlah perubahan desain yang dilakukan investor berupa perubahan area terbuka serta eskalator, jarak antarblok stan juga jadi sempit. TEMPO/Fully Syafi

    Lokasi pembangunan Pasar Turi Surabaya, sepi setelah aktivitas proyek dihentikan, Kamis (28/3). Menurut laporan pedagang, sejumlah perubahan desain yang dilakukan investor berupa perubahan area terbuka serta eskalator, jarak antarblok stan juga jadi sempit. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, mengatakan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat akan membawa kasus Pasar Turi ke Jakarta. Alasannya, dalam kasus ini ada persoalan tentang penggelapan pajak. Komisi III akan memanggil Direktorat Dirjen Pajak dan Kementerian Dalam Negeri tentang keberadaan tanah yang pernah disengketakan PT Kereta Api Indonesia itu.

    “Ada persoalan yang haram dalam tanah di Pasar Turi, misalnya tanpa persetujuan DPRD, semua akan masuk dalam Panja (panitia kerja) Penegakan Hukum,” ujar Desmond saat melakukan kunjungan kerja di Markas Besar Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu, 11 November 2015.

    Menurut Desmond, Panja Penegakan Hukum dibentuk Komisi III DPR. Panja ini digunakan untuk mengklarifikasi permasalahan hukum yang terjadi di Indonesia. “Ini mirip pansus dan sudah ada di DPR, pelaksanaannya tinggal menunggu rapat hari Senin nanti,” kata Desmond.

    Desmond mengatakan, kasus Pasar Turi itu akan diselidiki kembali.  Semua yang terlibat dalam kasus ini pun akan dipanggil. Selain memanggil mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, kata Desmond, Komisi III juga akan memanggil Bambang D.H. (mantan Wali Kota Surabaya sebelum Risma), mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, termasuk juga Henri J. Rencanya (investor Pasar Turi).

    Komisi III DPR melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur sejak 10 November 2015. Hari pertama, mereka mengunjungi Pasar Turi. Hari kedua, mereka mengunjungi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hari ketiga, mereka mengunjungi pengadilan di Surabaya dan diakhiri kunjungan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur.



    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.