Ridwan Kamil Tahu Broker yang Disebut Pelobi Jokowi ke Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut menanggapi isu jasa lobi dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat. Menurut Kamil, lembaga penyedia jasa lobi seperti Pereira International Pte Ltd milik Derwin Pereira memang dibutuhkan pemerintah.

    "Di Amerika, pelobi itu profesi normal. Di sini saja dianggap tidak lazim," kata Kamil di Balai Kota Bandung, Kamis, 12 November 2015. Kamil berujar, bukan hanya di Amerika Serikat, jasa lobi dianggap lumrah di negara maju lain, seperti Singapura dan negara-negara di Eropa.

    Di Amerika, ucap Kamil, perusahaan lobi justru menjembatani keinginan dan kepentingan politik secara profesional. "Daripada menggunakan calo, lebih baik menggunakan perusahaan resmi pelobi dan memang dibutuhkan kita," ujarnya.

    Menurut Kamil, hal yang tidak wajar adalah bila terjadi transaksi yang melanggar aturan. "Lobi politik perlu diseriusi, dan saya kira itu penting," tuturnya.

    Menurut Kamil, keberadaan perusahaan pelobi seperti Pereira sangat dibutuhkan, khususnya oleh pemerintah daerah. "Pemerintah daerah, bila harus melobi sendiri, itu melelahkan. Banyak rapat ke DPR dan kementerian tapi belum tentu berhasil. Padahal sudah keluar uang perjalanan, konsumsi, dan lain-lain," kata Kamil.

    Kamil pernah diundang Derwin Pereira untuk mempresentasikan tentang Indonesia pada masa depan dari kacamata seorang wali kota di hadapan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, DC.

    Menurut Kamil, Derwin Pereira merupakan sponsor CSIS. "Setiap ada pemimpin dari Asia Tenggara, pidatonya di situ. Siapa saja yang mengundang dan niatnya baik, saya datang. Konteksnya itu saja," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.