Gaji Dosen Dicuri, Mahasiswa Unjuk Rasa di Polres Bangkalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bentrokan. ANTARA/Seno S.

    Ilustrasi bentrokan. ANTARA/Seno S.

    TEMPO.CO, Bangkalan - Mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura menggelar unjuk rasa di simpang tiga Polres Bangkalan, Kamis, 11 November 2015. Unjuk rasa itu digelar untuk mengkritik kinerja polisi yang lamban dalam menyelidiki pencurian di kampus mereka. 

    Pencurian itu terjadi pada 2 Oktober lalu. Pencuri membobol gedung rektorat dan menjarah uang Rp 50 juta, yang sedianya digunakan untuk membayar gaji dosen. "Sebulan lebih kasus ini, belum ada satu pun tersangka, padahal pencurian di kampus sering terjadi," kata koordinator unjuk rasa, Abdus Salam.

    Semula, demontrasi itu berjalan damai. Namun mahasiswa kecewa karena hanya ditemui Wakil Kepala Polres Bangkalan Komisaris Mudakkir. Mahasiswa menganggap penjelasan Mudakkir tidak menjawab pertanyaan mereka.

    Mahasiswa lantas berbalik arah dan melakukan long march ke simpang tiga pos polisi Halim. Di sana, mereka terlibat cekcok dengan seorang sopir angkutan umum karena memaksa menerobos barisan mahasiswa. Entah apa pemicunya, ketegangan dengan sopir itu berubah menjadi bentrokan dengan polisi yang mengawal aksi demonstrasi.

    Mahasiswa yang kalah jumlah dipukul dan ditendang oleh polisi. Enam mahasiswa yang bertindak sebagai koordinator dan orator langsung digelandang petugas ke Mapolres Bangkalan. Namun, tak lama kemudian, polisi melepaskan keenam mahasiswa tersebut. Dari enam mahasiswa itu, tiga di antaranya menderita luka di wajah, leher, dan kepala.

    Atas tindakan refresif polisi itu, kata Ryan, mahasiswa yang terluka menjalani visum ke rumah sakit. Visum akan dijadikan bukti untuk melaporkan polisi ke Divisi Propam Polres Bangkalan. "Kami memang blokir jalan, tapi aksi kami damai," ujar Ryanto, mahasiswa Universitas Trunojoyo yang terluka.

    Kepala Bagian Operasional Polres Bangkalan Komisaris Abdul Rokhim mengatakan kericuhan itu dipicu mahasiswa karena bersitegang dengan pengguna jalan. "Tindakan mereka sudah menggangu ketertiban, jadi kami ingin menjaga situasi tetap kondusif," katanya.

    Rokhim mempersilahkan jika mahasiswa ingin melaporkan polisi ke Propam. "Silakan kalau mau melaporkan kami, tapi jangan ribut, di masjid orang lagi salat," ujarnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.