Suu Kyi Menang, Obama Telepon Thein Sein Ucapkan Selamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Vietnam Nguyen Tan Dung (kiri), Presiden A.S. Barack Obama (tengah), dan Presiden Myanmar Thein Sein tersenyum usai berfoto bersama sebelum pertemuan ASEAN-US di Naypyitaw, Myanmar, 13 November 2014. REUTERS/Damir Sagolj

    PM Vietnam Nguyen Tan Dung (kiri), Presiden A.S. Barack Obama (tengah), dan Presiden Myanmar Thein Sein tersenyum usai berfoto bersama sebelum pertemuan ASEAN-US di Naypyitaw, Myanmar, 13 November 2014. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Yangon - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengucapkan selamat kepada Myanmar karena dianggap telah menjalankan pemilihan umum yang bebas dan adil. Pemilu dianggap berhasil setelah kepala pemerintah dan militer berjanji tidak akan menghalangi kelancaran transisi kekuasaan kepada partai pemenang pemilu, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ,yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

    Seperti dilansir Channel News Asia pada 12 November 2015, Obama berbicara melalui telepon kepada Presiden Thein Sein pada Kamis pagi, 12 November 2015, waktu Yangon. Obama  mengucapkan selamat kepada pemerintah Thein Sein karena berhasil menjalankan pemilu  bersejarah yang bebas dan adil.

    (Baca: Suu Kyi Menang Pemilu, Militer Myanmar Ajak Kerja Sama)

    Ucapan Obama tersebut disampaikan Menteri Informasi Myanmar Ye Htut pada halaman Facebook resminya.

    "Obama berbicara kepada Thein Sein bahwa dia bangga dengan pemilu bersejarah dan memuji reformasi berani Thein Sein," kata Ye Htut.

    Obama mendukung proses reformasi Myanmar dan tokoh pro-demokrasi, Aung San Suu Kyi, dengan mengunjungi negara itu dua kali sejak berakhirnya kekuasaan junta militer pada 2011.
    Obama mendesak Myanmar mengatasi intoleransi agama dan mempromosikan demokrasi penuh.

    (Baca: Suu Kyi Menang, Pemimpin Ultra Nasionalis Budha Kaget)

    CHANNEL NEWS ASIA | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.