Hakim Tripeni Akui Hanya Sekali Tolak Pemberian Kaligis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis sinetron Velove Vexia (kedua kiri) duduk diadalam ruang sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 11 November 2015. Dalam sidang ayah Velove, Oc Kaligis terus menyangkal telah memberikan sejumlah uang kepada Ketua PTUN Medan, Sumatra Utara, Tripeni Irianto Putro. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Artis sinetron Velove Vexia (kedua kiri) duduk diadalam ruang sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 11 November 2015. Dalam sidang ayah Velove, Oc Kaligis terus menyangkal telah memberikan sejumlah uang kepada Ketua PTUN Medan, Sumatra Utara, Tripeni Irianto Putro. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto Putro mengaku pernah menolak uang pemberian Otto Cornelis Kaligis sebelum putusan sidang. "OC datang pada 2 Juli 2015. Dia kasih amplop tapi saya tolak," kata Tripeni dalam pemeriksaan terdakwa dirinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, pada Kamis, 12 November 2015.

    Tripeni menjelaskan, pada saat itu OC Kaligis masuk ke dalam ruangannya secara tiba-tiba. "OC masuk tanpa saya undang. Tahu-tahu buka pintu. Harusnya tamu kan lewat resepsionis," katanya.

    Kedatangan advokat senior itu, kata Tripeni, bermaksud untuk meminta bantuannya agar menjadi ketua pengadilan TUN Medan, Sumatera Utara. "Intinya dia minta bantuan," katanya. "Dia keluarkan amplop, saya tolak. Dia keluar ruangan."

    Sebelum menolak pemberian Kaligis, Tripeni sudah dua kali menerima uang, yang ia sebut sebagai uang konsultasi. Pemberian pertama, kata Tripeni, pada 29 April 2015 sejumlah Sin$ 5.000. Kedua kalinya terjadi pada 5 Mei 2015. Setelah melakukan konsultasi, Kaligis menyerahkan amplop yang berisi uang US$ 10.000.

    Setelah penolakan, Tripeni kembali menerima amplop yang merupakan pemberian Kaligis melalui anak buahnya, M. Yagari Bhastara, pada 9 Juli 2015. Pada hari itu pula KPK menangkap basah mereka bersama Amir Fauzi, Darmawan Ginting, dan seorang panitera, Syamsir Yusfan.

    Mereka ditangkap terkait dengan dugaan suap perkara gugatan atas surat panggilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kepada Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Fuad Lubis. 

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.