Kisah Sahabat tentang Dokter Muda yang meninggal di Aru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter. Pixabay.com

    Ilustrasi dokter. Pixabay.com

    TEMPO.COJakarta - Pertemuan Rizki Amalia Wakano atau Kiki dengan Dionisius Giri Samoedra atau Andra dimulai sejak enam tahun lalu ketika keduanya bertemu sebagai mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin, Makassar, Sulawesi Selatan. Kiki menjadi sahabat Andra, seorang dokter yang meninggal saat masa magang di Kepulauan Aru. Ia berkisah tentang sahabat yang dikenalnya sebagai teman yang baik, perhatian, dan ramah kepada siapapun.

    Andra adalah lulusan SMA Kolese Gonzaga yang memilih melanjutkan studinya di Pendidikan Dokter di Universitas Hassanudin, Makassar. "Dulu, memang saat ikut SNMPTN, Andra yang memilih ke sini," kata Kiki, sapaan Rizki Amalia Wakano. 

    Ia terkesan dengan Andra, yang memutuskan untuk meninggalkan Jakarta untuk bersekolah di tempat yang jauh. "Dia orangnya perhatian sama teman-teman, tidak pernah ngeluh, meskipun dia sendiri jauh dari rumahnya di Jakarta," kata Kiki.

    (Baca: Dokter Muda yang Meninggal di Kepulauan Aru Dikenal Ramah)

    Kiki berkisah awal memilih tempat untuk magang. Andra, kata Kiki, semula ingin menjalani magang di Jakarta. Akan tetapi, saat itu, Kiki mengingatkan bahwa persaingan untuk magang di Jakarta, termasuk Bekasi, sangat sulit. "Dia nggak jadi karena mungkin kuota untuk internship di Bekasi sudah terisi penuh," katanya. "Internship ini program kementerian agar dapat surat izin praktik," katanya.

    Kiki mengakui bahwa Andra selalu ingin mencoba hal-hal baru. Karena itu, kata dia, Andra berusaha mencari tempat yang baru untuk magang agar dapat suasana dan bertemu orang-orang baru. "Makanya dia memilih di Kepulauan Aru karena kuota di sana juga masih ada," katanya.

    Kiki juga sempat mempertanyakan keputusan Andra mengingat situasi di Kepulauan Aru yang serba terbatas. "Tapi saat itu, Andra hanya menjawab, 'ya nggak apa-apa kali, namanya juga kerja, dijalani saja, pasti nanti bisa'," ujarnya meniru kata-kata Andra.

    Sesampainya di Kepulauan Aru, kata Kiki, Andra memberi pesan kepada Kiki setelah melihat kondisi rumah sakit di sana. "Dia kirim pesan, 'ya ampun, rumah sakitnya beda banget', tetapi saat ditanya kenapa, ia hanya jawab, 'ya begitu', lalu hanya tertawa," katanya mengulang dialognya dengan Andra. 

    "Mungkin berbeda dengan di sini yang rumah sakitnya besar, sedangkan di sana berbeda," kata Kiki lagi.

    Kiki bercerita bahwa Andra sempat berlibur pada akhir Oktober kemarin. Andra memutuskan untuk menyempatkan diri pulang ke Jakarta. Saat itu dia sempat telepon dan bilang sedang tidak enak badan. "Tapi nggak apa mungkin sampai sana tidak apa-apa," kata Kiki menirukan perkataan Andra. 

    Usai berlibur ke Jakarta, dokter muda itu kemudian kembali ke tempat magangnya di Kepulauan Aru dengan keadaan masih sakit. Sampai di Tual, Maluku Tenggara, Kiki mendapat kabar Andra mengalami demam. "Tetapi saat itu, Andra bilang masih kuat, sedangkan naik kapal ke Aru butuh waktu 12 jam," katanya. Baru setelah mendarat, Kiki mendengar kabar bahwa Andra langsung dibawa ke rumah sakit. Mendengar kabar meninggalnya kemarin, Kiki kaget.

    Kiki mengatakan bahwa ia bersama enam temannya berencana untuk pergi ke Jakarta malam ini. Mereka ingin hadir di rumah duka.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.