KPU Ceroboh, Posko Risma-Whisnu Dikirimi Poster Rasiyo-Lucy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan nomor urut pertama calon Walikota Surabaya, Rasiyo (ketiga kanan) dan calon Wakil Walikota, Lucy Kurniasari (kedua kanan) dan pasangan calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (ketiga kiri) ketika

    Pasangan nomor urut pertama calon Walikota Surabaya, Rasiyo (ketiga kanan) dan calon Wakil Walikota, Lucy Kurniasari (kedua kanan) dan pasangan calon Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (ketiga kiri) ketika "Deklarasi Pilwali Damai dan Berintegritas" di Surabaya, 27 Oktober 2015. Pilkada serentak Surabaya berlangsung pada 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Tim Kampanye pasangan calon inkumben, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, menemukan alat peraga kampanye berupa poster yang salah kirim sebanyak delapan boks atau sekitar 8 ribu eksemplar, Rabu malam, 11 November 2015.

    Poster itu sebenarnya milik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Rasiyo-Lucy Kurniasari, karena seluruh poster memuat gambar mereka, sehingga tim kampanye pasangan Risma-Whisnu memastikan poster itu salah kirim.

    “Ini pasti kesalahan distribusi,” kata juru bicara tim pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, kepada Tempo, Kamis, 12 November 2015.

    Menurut Didik, kejadian itu bermula sejak poster itu dicek di kantor pusat pemenangan di Jalan Kapuas 68, Surabaya, karena saat itu tim ingin mendistribusikan poster itu ke posko-posko pemenangan di seluruh Kota Surabaya, dan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Surabaya.

    "Saat ini posisi delapan boks poster Rasiyo-Lucy aman dalam pengawasan Tim Risma-Whisnu di posko pusat pemenangan Jalan Kapuas 68, Surabaya,” kata dia.

    Kesalahan pengiriman ini, lanjut dia, karena perusahaan pemenang tender yang diawasi KPU Kota Surabaya ceroboh dalam mengirim alat peraga kampanye pilkada Kota Surabaya. “Kami juga menduga bahwa sebanyak delapan boks alat peraga jenis poster milik Risma-Whisnu juga tertukar dan dikirim ke posko pemenangan Rasiyo-Lucy,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.