Minggu, 22 September 2019

Toko Makanan Laut Ini Jadi Jawara Wirausaha Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 4-Alasan-Mengapa-Harus-Berwirausaha-Sejak-Mahasiswa

    4-Alasan-Mengapa-Harus-Berwirausaha-Sejak-Mahasiswa

    TEMPO.CO, Bandung - Toko makanan laut Fish ‘n Blues menjadi kampiun dalam acara Anugerah Jawara Wirausaha Sosial 2015 perhelatan Yayasan Syamsi Dhuha, Bandung, untuk kategori usaha baru atau start-up. Sajiannya merupakan hasil tangkapan nelayan yang menerapkan konsep ramah lingkungan. Omzet penjualannya dalam sebulan sebesar Rp 200-300 juta.

    Chief Executive Officer Fish ‘n Blues Ranggi Fajar Muharam mengatakan, dari tokonya yang berada di daerah Bintaro sektor 9, pemasaran sementara ini baru di kawasan Jakarta dan sejumlah supermarket. Pasokannya berasal dari tujuh kelompok nelayan di Aceh; Malang; Takalar dan Pinrang di Sulawesi Selatan; Surabaya dan Sidoarjo; Pemalang; serta Bali.

    Kelompok nelayan itu hasil binaan lembaga World Wildlife Fund (WWF). “Kami bersama membina nelayan untuk melakukan praktek ramah lingkungan, misalnya tidak memakai bom ikan, sianida atau racun, ukuran tangkap seafood juga disyaratkan yang sudah dewasa,” ujar Ranggi seusai acara yang berlangsung di Auditorium Balai Kota Bandung, 10 November 2015.

    Kiriman makanan laut itu kemudian dijual dengan cara dibekukan. Ragamnya adalah udang, tuna, kakap, kerapu, kepiting, tenggiri, dan beberapa jenis kerang. Pada kemasan produk, mereka menyematkan informasi asal seafood hasil tangkapan nelayan skala kecil itu dan peralatan tangkapnya.

    “Kalau semakin banyak permintaan, nelayan yang ramah lingkungan akan bertambah. Jadi yang menentukan itu nantinya konsumen,” kata Ranggi.

    Harga jualnya agak lebih mahal dibanding produk serupa. Tujuannya, ujar dia, menghargai upaya nelayan yang masih sedikit untuk terlibat dalam kampanye dan program ramah lingkungan. Saat ini, penjualan makanan laut itu ditujukan langsung ke konsumen, bukan memasok ke penjual, restoran, atau hotel karena pembayarannya berjangka lama.

    “Berkisar 1-2 bulan, itu akan memberatkan buat nelayan,” ujarnya. Sebagai kampiun, toko makanan tersebut diberi hadiah uang oleh panitia sebesar Rp 7 juta.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.