Rieke Diah Sebut Kerugian Pelindo Bisa Lebih Rp 6,7 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Rieke Diah Pitaloka saat memimpin Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Rieke Diah Pitaloka saat memimpin Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Khusus Pelindo II Dewan Perwakilan Rakyat Rieke Dyah Pitaloka mengatakan ada indikasi kasus dugaan penyimpangan di badan usaha milik negara itu akan menimbulkan kerugian lebih besar daripada kasus Century. "Ada data yang bikin saya syok," katanya di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 11 November 2015.

    Rieke mengaku, saat melakukan pemeriksaan, ia menemukan data yang mengagetkan. Ia bahkan menduga kasus ini dapat mengakibatkan kerugian negara lebih besar daripada kasus Century.

    Menurut Rieke, pelanggaran yang dilakukan Pelindo sangat sistematis. Bukan hanya pelanggaran terhadap tenaga kerja dan kontrak, Rieke mencurigai ada pula indikasi pelanggaran konstitusi. Ia juga menduga sudah terjadi pelanggaran lintas negara.

    Namun Rieke masih enggan mengungkapkan data apa saja yang menjadi dasar dugaannya. Ia meminta untuk menunggu hingga selesai pengkajian. Rieke juga tidak mengatakan berapa pastinya jumlah kerugian itu.

    Namun, menurut dia, kerugian yang ditimbulkan bisa lebih besar daripada kasus Century. "Century berapa? Rp 6,7 triliun? mungkin di atas itu," ujarnya.

    Sejak disahkan pada Oktober lalu, Pansus telah memanggil beberapa nama, seperti mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang kini Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal  Budi Waseso; Kepala Badan Reserse kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar; Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli; serta Jaksa Agung HM. Prasetyo.

    Pansus ini terdiri atas 30 anggota Dewan yang berasal dari 10 fraksi. Pengusutan dilakukan terkait dengan kasus dwelling time dan pengadaan 10 crane yang ditengarai merugikan negara sebesar Rp 54 miliar.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.